Ustazah Jamilah: Menebar Cahaya dari Huruf-Huruf Langit
analisamedan.com -Di tengah geliat zaman yang bergerak cepat, di sudut-sudut desa yang nyaris luput dari perhatian, ada cahaya yang tak pernah padam. Cahaya itu berasal dari tangan-tangan tulus seorang perempuan sederhana, Ustazah Jamilah, yang lebih dari satu dekade mengabdikan dirinya sebagai Penyuluh Agama Islam Non-PNS di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Berawal dari niat suci untuk memberantas buta aksara Al-Qur'an, langkah-langkah kaki Ustazah Jamilah mengayun mantap menyusuri jalanan desa Paluh Kemiri, dusun Skepel, gang-gang sempit di Sentiong Ujung, hingga Bakaran Batu dan Sekip. Tak ada kendaraan dinas, tak ada gaji tetap, bahkan ruangan mengajar pun tak tersedia. Namun, satu hal yang selalu ia bawa: cinta kepada Kalamullah dan semangat untuk mencerdaskan umat.
Setiap sore hingga malam, ia berjalan kaki, menumpang kendaraan warga, bahkan tak jarang dikejar anjing saat menyeberangi sawah menuju lokasi pengajian. Tempatnya mengajar pun sangat sederhana—beranda rumah warga, teras masjid, atau balai desa yang beralaskan tikar. Namun bagi Ustazah Jamilah, itu bukanlah halangan, melainkan ladang perjuangan.
"Satu orang bisa membaca Al-Qur'an adalah satu kemenangan besar," katanya suatu sore dengan senyum penuh ketulusan.
Ia mengajarkan bukan hanya huruf-huruf hijaiyah, tetapi juga nilai-nilai kehidupan—kesederhanaan, kasih sayang, toleransi, dan cinta damai. Ribuan orang telah disentuh oleh tangan lembutnya. Ratusan warga telah bebas dari buta huruf Al-Qur'an, dari kakek-nenek usia lanjut hingga anak-anak desa yang baru mengenal dunia.
Lebih dari sekadar guru ngaji, Ustazah Jamilah adalah penggerak literasi Qur'ani di wilayahnya. Ia menyanyi, mengaji, dan menyemai semangat dalam satu tarikan napas pengabdian.
"Bukan status yang saya kejar, tapi keberkahan dari apa yang saya perjuangkan," ujarnya penuh haru saat menerima SK pengangkatan sebagai ASN PPPK Kementerian Agama pada 2024.
Pengakuan itu datang setelah lebih dari 10 tahun menabur ilmu. Namun ia tahu, ini bukanlah akhir. Justru awal dari babak baru dalam perjuangan.
Kini, dengan status barunya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ia tetap mengajar, tetap menjangkau mereka yang belum mampu membaca Kalamullah. Ia ingin mengembangkan program literasi Qur'ani yang lebih terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.
"Menjadi PPPK adalah amanah, bukan tujuan akhir. Saya ingin Al-Qur'an terus menggema di seluruh penjuru bumi," ucapnya yang sangat mengidolakan Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Abdurrahman As-Sudais.
Bagi para penyuluh agama lainnya, Ustazah Jamilah adalah teladan nyata bahwa pengabdian yang sunyi sekalipun akan sampai ke telinga langit, dan pada akhirnya akan diakui pula oleh bumi.
"Mengajarkan satu huruf hijaiyah bisa jadi amal jariyah sepanjang hayat. Selama masih ada yang belum bisa membaca Al-Qur'an, selama itu pula saya akan terus berjalan," ucapnya menutup perbincangan dengan mata berkaca.
Percut SeI Tuan Sukses Gelar Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan
Bimtek Guru dan Tendik di SD Negeri 101767 Deli Serdang, Tingkatkan Profesionalisme Pendidikan
BPP Medan Krio Deli Serdang Membersamai Tasyakuran Swasembada Pangan Nasional
Dukung Ekonomi Kreatif di Desa Marindal II, Tim PKM UMA Sosialisasikan Inovasi Pengasapan Ikan Ramah Lingkungan
IKANAS Deli Serdang Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Madina