Bencana di Sumatera Ungkap Kerapuhan Kesiapsiagaan dan Respons Birokrasi
Distribusi bantuan masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Jembatan roboh, jalan longsor, dan wilayah terisolasi membuat ribuan warga menunggu pasokan makanan, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan tempat tinggal. Bantuan keuangan yang disalurkan dinilai belum mampu menjawab kebutuhan mendesak akan hunian layak, layanan kesehatan, dan pemulihan jangka panjang.
Krisis kesehatan juga mulai muncul di lokasi pengungsian. Sejumlah daerah melaporkan peningkatan kasus demam, diare, infeksi kulit, hingga tuberkulosis (TBC), sementara sebagian fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atau lumpuh akibat bencana.
Di sisi lain, upaya pemulihan dinilai masih jauh dari memadai. Pemerintah menjanjikan pembangunan rumah bagi korban terdampak, namun jumlahnya belum sebanding dengan ratusan ribu rumah yang dilaporkan rusak berat atau hanyut. Kebutuhan anggaran rekonstruksi diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.
Libur Sekolah Lebih Hemat, Tarif KA Sribilah Fakultatif Turun hingga 30 Persen
PW KAMMI Sumut Desak Presiden Copot Dirut Pertamina dan Menteri ESDM, Tolak Kenaikan Harga Pertamax
PWI Sumut Tebar Kepedulian Iduladha 1447 H, Sembelih 4 Sapi dan 2 Kambing
Farid Wajdi Soroti Blackout Sumatera: Negara Jangan Sibuk Pencitraan, Tapi Perkuat Ketahanan Energi
Angkutan Petikemas di Sumatera Utara Tumbuh Konsisten, Dukung Efisiensi Logistik Nasional