Bencana di Sumatera Ungkap Kerapuhan Kesiapsiagaan dan Respons Birokrasi

Gustan Pasaribu - Senin, 15 Desember 2025 15:46 WIB
Bencana di Sumatera Ungkap Kerapuhan Kesiapsiagaan dan Respons Birokrasi
dok.analisamedan.com
Founder Ethics of Care, Farid Wajdi,

Distribusi bantuan masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Jembatan roboh, jalan longsor, dan wilayah terisolasi membuat ribuan warga menunggu pasokan makanan, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan tempat tinggal. Bantuan keuangan yang disalurkan dinilai belum mampu menjawab kebutuhan mendesak akan hunian layak, layanan kesehatan, dan pemulihan jangka panjang.

Krisis kesehatan juga mulai muncul di lokasi pengungsian. Sejumlah daerah melaporkan peningkatan kasus demam, diare, infeksi kulit, hingga tuberkulosis (TBC), sementara sebagian fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atau lumpuh akibat bencana.

Di sisi lain, upaya pemulihan dinilai masih jauh dari memadai. Pemerintah menjanjikan pembangunan rumah bagi korban terdampak, namun jumlahnya belum sebanding dengan ratusan ribu rumah yang dilaporkan rusak berat atau hanyut. Kebutuhan anggaran rekonstruksi diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru