Bencana di Sumatera Ungkap Kerapuhan Kesiapsiagaan dan Respons Birokrasi
Distribusi bantuan masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Jembatan roboh, jalan longsor, dan wilayah terisolasi membuat ribuan warga menunggu pasokan makanan, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan tempat tinggal. Bantuan keuangan yang disalurkan dinilai belum mampu menjawab kebutuhan mendesak akan hunian layak, layanan kesehatan, dan pemulihan jangka panjang.
Krisis kesehatan juga mulai muncul di lokasi pengungsian. Sejumlah daerah melaporkan peningkatan kasus demam, diare, infeksi kulit, hingga tuberkulosis (TBC), sementara sebagian fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atau lumpuh akibat bencana.
Di sisi lain, upaya pemulihan dinilai masih jauh dari memadai. Pemerintah menjanjikan pembangunan rumah bagi korban terdampak, namun jumlahnya belum sebanding dengan ratusan ribu rumah yang dilaporkan rusak berat atau hanyut. Kebutuhan anggaran rekonstruksi diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.
Peringati Ketangguhan Bencana, PFI Gelar Pameran Foto "Prahara Pulau Emas" di Banda Aceh
Pasca Insiden di Perbaungan, KAI Divre I Sumut Perkuat Upaya Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Stasiun Perlanaan: Topang Mobilitas Warga Simalungun Bagian Timur dan Mendorong Roda Ekonomi
KAI Divre I Sumut Siagakan Pos Kesehatan di Empat Stasiun Utama, Hadirkan Perjalanan Kereta Api yang Aman dan Nyaman
Dosen Komunikasi FISIP UMA dan Teknik Universitas Al Azhar Gelar PKM di Besitang Langkat