Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Nasional, Farid Wajdi Desak Audit Forensik Menyeluruh
Gustan Pasaribu - Kamis, 04 Juni 2026 17:47 WIB
dokumenanalisamedan.com
Farid Wajdi Founder Ethics of Care/Anggota Komisi Yudisial 2015-2020
Farid menyebut sedikitnya ada empat aspek utama yang harus menjadi fokus evaluasi.
Pertama, aspek landasan hukum. Menurutnya, program dengan anggaran besar membutuhkan regulasi yang kuat, rinci, dan tidak menimbulkan banyak ruang tafsir. Mulai dari mekanisme pengadaan, distribusi anggaran, standar pelayanan, pengawasan hingga pertanggungjawaban publik harus memiliki dasar hukum yang jelas.
Kedua, tata kelola kelembagaan. Dugaan korupsi yang terjadi memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengawasan internal yang selama ini berjalan.
"Program publik yang sehat semestinya memiliki sistem peringatan dini yang mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak awal. Jika persoalan baru terungkap setelah mencapai skala besar, maka perlu dipertanyakan efektivitas kontrol internal yang ada," jelasnya.
Ketiga, aspek sumber daya manusia. Ia menilai MBG merupakan program yang kompleks karena melibatkan pengadaan barang dan jasa, rantai pasok pangan, pengawasan kualitas makanan, tata kelola keuangan, teknologi informasi, hingga koordinasi lintas lembaga dan pemerintah daerah.
Kompleksitas tersebut, kata Farid, membutuhkan SDM yang profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi tinggi.
Keempat, penguatan sistem pengawasan. Ia menekankan bahwa pengawasan harus menjadi jantung program, bukan sekadar pelengkap administrasi.
Menurutnya, pengawasan tidak bisa hanya dilakukan oleh lembaga pelaksana, tetapi harus melibatkan auditor independen, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), akademisi, organisasi masyarakat sipil, media massa, hingga aparat penegak hukum.
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Audit MBGBadan Gizi nasionalKasus MBGKorupsi Program Makan Bergizi GratisPengawasan Program MBGProgram Makan Bergizi Gratis IndonesiaTata Kelola MBG
Berita Terkait
Komentar