Keracunan MBG dan Pernyataan Menteri HAM: Saat Nyawa Rakyat Dikecilkan dalam Statistik
Farid juga mengkritik sikap Menteri HAM yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan tanpa menunggu hasil investigasi resmi. "Komnas HAM masih menyelidiki kasus ini. Tapi Menteri sudah menutup ruang tafsir dengan menyatakan tidak ada pelanggaran HAM. Ini berbahaya, bisa menjadi tameng politik bagi pemerintah," kata Farid.
Lebih jauh, Farid mengingatkan bahwa cara pandang seperti ini berpotensi menormalisasi pelanggaran terhadap hak dasar rakyat. Ia menilai pemerintah terlalu sibuk membela program populis, sementara nyawa rakyat justru dipertaruhkan.
"Keracunan ratusan anak bukan sekadar kesalahan dapur. Ini alarm keras bagi negara untuk berhenti mempermainkan definisi HAM demi kepentingan politik," ujarnya.
Menurutnya, korban berhak atas perlindungan, pemulihan, dan jaminan agar insiden serupa tidak terulang kembali. "HAM berdiri di atas penghormatan terhadap setiap individu, bukan pada seberapa besar jumlah korban," tegasnya.
Farid menutup refleksinya dengan sindiran tajam terhadap pernyataan Pigai . "Seorang menteri yang seharusnya menjadi garda depan pembela HAM justru menjadi suara terkeras yang menolak melihatnya. Ini bukan sekadar salah tafsir, tetapi juga kegagalan moral."
Segerakan !
PP Muhammadiyah Lantik Rektor dan Kukuhkan BPH UMSU Periode 2026–2030
PTMA Diminta Aktif Hidupkan IMM, FOKAL IMM Sumut Gelar Silaturahim dan Halal Bihalal di Medan
USU Kembangkan Smart Water System Berbasis IoT untuk Pemulihan Kualitas Air Pascabanjir
Masjid Abdurrahman Al-Fadhel Kembali Gulirkan Program ‘Jumat Berkah’