Keracunan MBG dan Pernyataan Menteri HAM: Saat Nyawa Rakyat Dikecilkan dalam Statistik
Farid juga mengkritik sikap Menteri HAM yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan tanpa menunggu hasil investigasi resmi. "Komnas HAM masih menyelidiki kasus ini. Tapi Menteri sudah menutup ruang tafsir dengan menyatakan tidak ada pelanggaran HAM. Ini berbahaya, bisa menjadi tameng politik bagi pemerintah," kata Farid.
Lebih jauh, Farid mengingatkan bahwa cara pandang seperti ini berpotensi menormalisasi pelanggaran terhadap hak dasar rakyat. Ia menilai pemerintah terlalu sibuk membela program populis, sementara nyawa rakyat justru dipertaruhkan.
"Keracunan ratusan anak bukan sekadar kesalahan dapur. Ini alarm keras bagi negara untuk berhenti mempermainkan definisi HAM demi kepentingan politik," ujarnya.
Menurutnya, korban berhak atas perlindungan, pemulihan, dan jaminan agar insiden serupa tidak terulang kembali. "HAM berdiri di atas penghormatan terhadap setiap individu, bukan pada seberapa besar jumlah korban," tegasnya.
Farid menutup refleksinya dengan sindiran tajam terhadap pernyataan Pigai . "Seorang menteri yang seharusnya menjadi garda depan pembela HAM justru menjadi suara terkeras yang menolak melihatnya. Ini bukan sekadar salah tafsir, tetapi juga kegagalan moral."
H. Muhammad Lokot Nasution Serahkan Beasiswa Tahfiz untuk 25 Mahasiswa FAI UMA
Walikota dan Korwil BGN Tinjau Dapur MBG: Pastikan Proses Dan Distribusi Higienis
FKM UINSU Sosialisasikan Pendidikan Kesehatan Masyarakat di SMA Muhammadiyah Kabupaten Karo
Ribuan Massa LMP-MBG Sampaikan Petisi ke Gubernur Sumut
2 Dapur MBG di Sidimpuan Tidak Beroperasi. Siswa Pulang Sekolah Kecewa