Korsel Dilanda Panas Ekstrem, Ratusan Peserta Jambore Pramuka Dunia Jatuh Sakit
Lebih dari 43.000 peserta menghadiri upacara pembukaan Jambore pada Rabu (02/08) malam, sebuah pertemuan global pertama Jambore Pramuka Dunia pasca pandemi Covid. Sebagian besar peserta adalah anggota pramuka yang baru berusia antara 14 hingga 18 tahun.
Selain presiden Yoon, seruan serupa juga diinstruksikan oleh Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan Lee Sang-min.
Dalam sebuah pertemuan darurat, Menteri Lee memerintahkan anggota panitia untuk mengeksplorasi "semua langkah yang mungkin dilakukan" demi melindungi para peserta, termasuk menyesuaikan kegiatan di luar ruangan.
Lee juga menyerukan, disiapkan lebih banyak kendaraan darurat dan pos medis, serta lebih banyak struktur peneduh dan pendingin udara di sekitar area Jambore. Dia mengatakan, tujuannya adalah untuk mencegah "penyakit serius atau bahkan kematian," demikian tanggapan yang dibagikan oleh kementerian.
Sekretaris Jenderal Panitia Jambore Choi Chang-haeng bersikeras, acara tersebut cukup aman untuk dilanjutkan, setelah ada kekhawatiran tentang penyelenggaraan Jambore di area yang luas dan tanpa pepohonan untuk berlindung dari panas.
Choi meyakini, situasi serupa bisa saja terjadi pada acara Jambore di tempat lain.
DPRD Medah Tegaskan Tak Ada Alasan Rumah Sakit Tolak Pasien
DPRD Medan Tegaskan Tak Ada Alasan Rumah Sakit Tolak Pasien
DPRD Medan Ingatkan RS Tidak Tolak Pasien Berobat Pakai KTP
Ketua DPRD Medan Minta Dinkes Awasi BPJS dan RS Nakal
USU Kirimkan Mahasiswa Ikuti Pertukaran Pelajar ke Korsel