MBG Dinilai Populisme Anggaran, Pendidikan Jadi Korban
Gustan Pasaribu - Rabu, 17 September 2025 12:08 WIB
dok.analisamedan.com
Founder Ethics of Care sekaligus mantan Anggota Komisi Yudisial (2015–2020), Farid Wajdi
Farid menilai masalah gizi seharusnya ditangani melalui pos anggaran kesehatan, ketahanan pangan, atau perlindungan sosial bukan memangkas dana pendidikan.
Ia mendorong pemerintah untuk menghentikan praktik serampangan menggeser anggaran pendidikan untuk program non-pendidikan. Menetapkan dasar hukum dan pos anggaran yang tepat bila MBG tetap dijalankan, disertai mekanisme transparansi dan akuntabilitas.Mematuhi putusan MK tentang pendidikan gratis.
"Pendidikan adalah investasi jangka panjang, bukan ruang eksperimen politik sesaat. Jika pemerintah serius memperjuangkan gizi anak, silakan lakukan, tetapi jangan dengan cara merampas hak pendidikan," pungkasnya.
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kadis Pendidikan Tapsel: Beasiswa Martabe Sangat Membantu Siswa dan Keluarga
Wakil Ketua Dewan Pendidikan Deli Serdang Serap Aspirasi Kepala Sekolah di Sibolangit, Tinjau Rehabilitasi SMPN 2 Sibolangit
NasDem Dorong Pemkot Medan Optimalkan PAD dan Tutup Kebocoran Anggaran
Fraksi Demokrat DPRD Medan Soroti Rendahnya Serapan Anggaran
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Nasional, Farid Wajdi Desak Audit Forensik Menyeluruh
Dewan Pendidikan Kabupaten Deli Serdang Gelar Sosialisasi dan Bimtek Tingkatkan Kompetensi Guru dan Tendik di Pancurbatu
Komentar