MBG Sekadar Gimik, Rp223 Triliun Pendidikan Tersedot untuk Makan Gratis
analisamedan.com -Polemik alokasi anggaran pendidikan kembali mencuat setelah pemerintah menetapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Dari total anggaran sebesar Rp335 triliun, sekitar Rp223 triliun diambil dari pos pendidikan.
Kebijakan ini menuai kritik karena dinilai mengorbankan kebutuhan mendasar sektor pendidikan. Infrastruktur sekolah masih banyak yang rusak, laboratorium minim, hingga fasilitas dasar seperti toilet yang layak pun sering tidak tersedia. Sementara itu, belanja modal MBG untuk sarana sekolah hanya dialokasikan sekitar Rp3 triliun.
"Sekolah berpotensi hanya menjadi ruang distribusi makanan, bukan pusat belajar yang bermartabat," ujar Farid Wajdi, Founder Ethics of Care sekaligus Anggota Komisi Yudisial 2015–2020.
Persoalan guru juga disorot. Hingga kini, kesejahteraan guru honorer masih jauh dari ideal. Banyak yang menerima gaji di bawah UMR dan hidup tanpa kepastian karier. Namun, porsi terbesar anggaran MBG justru terserap pada pengadaan makanan, bukan peningkatan kualitas sumber daya pendidik.
Kaper BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba
Korban Keracunan MBG Makin Masif, Farid Wajdi: Hukum Tak Boleh Diam
Jangan Jadikan Anak Kelinci Percobaan MBG
Jerat Hukum di Balik Dapur MBG: Siapa Bertanggung Jawab atas Tragedi Keracunan Massal?
MBG di Persimpangan Jalan, Kasus Keracunan Guncang Kepercayaan Publik