Migrasi Digital Berisiko, Banyak WNI Terjebak di Kamboja lewat Grup Facebook
analisamedan.com - Fenomena baru muncul di era digital: rekrutmen pekerja migran Indonesia ke Kamboja kini marak terjadi melalui grup Facebook. Di balik janji gaji besar dan fasilitas mewah, banyak yang justru terjebak di industri judi online dan penipuan digital.
Temuan ini diungkapkan oleh OK Dedy Arwansyah, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dalam tesisnya berjudul "Rekrutmen Pekerja Migran Indonesia ke Kamboja di Media Sosial: Studi Netnografi pada Grup Facebook." usai sidang tesis di Pascasarjana M.I.Kom UMSU, Senin (27/10/2025)
Melalui penelitian berbasis netnografi, Arwansyah menelusuri ratusan percakapan di berbagai grup Facebook yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri. Hasilnya, 39 persen unggahan berisi permintaan kerja, 30 persen berupa tawaran perekrut, dan sisanya mencakup layanan pendukung seperti pengurusan paspor dan testimoni keberhasilan.
"Media sosial kini mengambil alih fungsi lembaga perekrutan formal, namun tanpa pengawasan dan perlindungan hukum yang memadai," ujar Arwansyah
Pulang dari Kamboja, Pria Bawa 100 Pod Getar Ditangkap Polisi
Farianda Putra Sinik Beri Perlindungan 900 Anggota PWI Sumut Melalui BPJS Ketenagakerjaan
Hadapi Tantangan Era Digital, KAHMI Sumut Bekali Pelajar dengan Nilai Pancasila
Pegadaian Dorong Perluasan Transaksi Digital, Yohanis Wulang: QRIS Perkuat Inklusi Keuangan Masyarakat
Putusan Mahkamah Agung, Buat Pekerja Yang Di PHK, PT Leong Hup Jayaindo Dihukum Bayar Kompensasi Sebesar Tiga Ratus Juta Lebih