Migrasi Digital Berisiko, Banyak WNI Terjebak di Kamboja lewat Grup Facebook

Gustan Pasaribu - Selasa, 28 Oktober 2025 16:23 WIB
Migrasi Digital Berisiko,  Banyak WNI Terjebak di Kamboja lewat Grup Facebook
gustanpasaribu
Akademisi UMSU Oka Dedi Arwansyah

Postingan yang beredar di grup-grup itu umumnya menawarkan gaji tinggi dalam dolar, akomodasi gratis, hingga tiket keberangkatan tanpa syarat ijazah atau pengalaman kerja. Beberapa bahkan menampilkan foto pekerja "sukses" disertai klaim "bukan scam" untuk memancing kepercayaan.

Namun, di balik narasi indah itu, banyak pekerja justru berakhir di industri judi online dan pusat penipuan digital (scamming). Mereka kehilangan paspor, dipaksa bekerja dengan jam panjang, hingga mengalami kekerasan dan eksploitasi.

Menurut Arwansyah, grup Facebook berfungsi bukan sekadar tempat berbagi informasi kerja, tetapi juga arena pembentukan makna kesejahteraan. Komentar positif dan testimoni keberhasilan memperkuat citra perekrut sebagai pihak yang dapat dipercaya.

"Fenomena ini menggambarkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan pekerjaan, bahkan rela mengorbankan keselamatan demi peluang ekonomi yang tampak menjanjikan," ujarnya.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru