Migrasi Digital Berisiko, Banyak WNI Terjebak di Kamboja lewat Grup Facebook
Lebih jauh, Arwansyah menilai masalah ini tak lepas dari ketimpangan ekonomi, minimnya lapangan kerja, dan ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
Ia menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya menindak pelaku di ruang digital, tetapi juga harus menyentuh akar persoalan ekonomi. " Negara perlu hadir di ruang digital. Perekrutan tenaga kerja melalui media sosial tidak bisa lagi dipandang sepele, namun di sisi lain, pemerintah juga wajib menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Banyak yang berangkat ke Kamboja bukan karena ambisi, tetapi karena tidak punya pilihan."tegasnya.
Tesis Arwansyah, yang dibimbing oleh Assoc. Prof. Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si. dan Dr. Muhammad Thariq, S.Sos., M.I.Kom., menjadi kontribusi penting dalam memahami pergeseran praktik migrasi di era digital dan implikasinya terhadap keamanan manusia.
Pulang dari Kamboja, Pria Bawa 100 Pod Getar Ditangkap Polisi
Farianda Putra Sinik Beri Perlindungan 900 Anggota PWI Sumut Melalui BPJS Ketenagakerjaan
Hadapi Tantangan Era Digital, KAHMI Sumut Bekali Pelajar dengan Nilai Pancasila
Pegadaian Dorong Perluasan Transaksi Digital, Yohanis Wulang: QRIS Perkuat Inklusi Keuangan Masyarakat
Putusan Mahkamah Agung, Buat Pekerja Yang Di PHK, PT Leong Hup Jayaindo Dihukum Bayar Kompensasi Sebesar Tiga Ratus Juta Lebih