Polemik di PBNU, Ulama Sepuh se Pulau Sumatera Serukan Islah
Para ulama sepuh, masyaikh, dan tokoh NU se-Sumatera yang hadir pada kesempatan itu antara lain Tgk KH Aqil Zikrullah dan Tgk KH Ibnu Ibrahimi dari Aceh, kemudian KH Abdul Hamid Ritonga, Buya Syahrial Ams, KH Abdullah Harahap, KH Muhyiddin Masykur, KH Abdullah Nasution, Ustadz H Idrus Hasibuan, KH M Roihan Nasution, Syekh Nuruddin bin Amir, KH Sariman Al-Faruq, Buya Mardin Assidiqie, H Muhammad Daud, dan KH Akhyar Nasution dari Sumatera Utara.
Lalu, KH Sholahudin Syargawi Al-Qodiri dari Jambi, Datok Kiyai Haji Endy Maulidi (Kepulauan Riau), KH Al Mawardi dan KH Ichsan Habibi (Bangka Belitung), KH Nur Kholidin dan Ustadz Heri Sulamto (Sumatera Barat), H. Khosairi (Riau), serta KH Soleh Bajuri, KH Imam Suhadi, dan H Okta Rijaya M (Lampung).
Ulama asal Lampung KH Soleh Bajuri di sela-sela ajang silaturahim itu menegaskan bahwa islah menjadi sebuah keharusan agar segala pesoalan yang mendera NU belakangan ini bisa segera terselesaikan.
"Harus segera islah, jangan ditunda lagi agar persoalan tidak semakin berlarut-larut," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan KH Sholahudin Syargawi Al-Qodiri dari Jambi. Menurut dia, kisruh yang dibiarkan berlarut-larut hanya akan merugikan NU sendiri.
"Mari segera islah. Kalau setelah itu dinilai perlu digelar muktamar yang dipercepat atau bahkan muktamar luar biasa, silakan saja. Kita juga harus mewaspadai pihak luar yang bisa saja memang menginginkan NU ini tercerai-berai," tegasnya.
Agustinus Sirait : Keselamatan Guru Ngaji di Pantailabu Harus Dijamin
LPA Deliserdang Layak Jadi Contoh Daerah Lain
Ketua PPIH Bersyukur Kartu Nusuk Diterima Jemaah di Embarkasi
KAI Divre I Sumut Siapkan 23 Ribu Kursi, Hubungkan Masyarakat di Libur Panjang Hari Buruh
Kakanwil Kemenhaj Sumut Ingatkan Kegunaan Kartu Nusuk