Polemik di PBNU, Ulama Sepuh se Pulau Sumatera Serukan Islah
Para ulama sepuh, masyaikh, dan tokoh NU se-Sumatera yang hadir pada kesempatan itu antara lain Tgk KH Aqil Zikrullah dan Tgk KH Ibnu Ibrahimi dari Aceh, kemudian KH Abdul Hamid Ritonga, Buya Syahrial Ams, KH Abdullah Harahap, KH Muhyiddin Masykur, KH Abdullah Nasution, Ustadz H Idrus Hasibuan, KH M Roihan Nasution, Syekh Nuruddin bin Amir, KH Sariman Al-Faruq, Buya Mardin Assidiqie, H Muhammad Daud, dan KH Akhyar Nasution dari Sumatera Utara.
Lalu, KH Sholahudin Syargawi Al-Qodiri dari Jambi, Datok Kiyai Haji Endy Maulidi (Kepulauan Riau), KH Al Mawardi dan KH Ichsan Habibi (Bangka Belitung), KH Nur Kholidin dan Ustadz Heri Sulamto (Sumatera Barat), H. Khosairi (Riau), serta KH Soleh Bajuri, KH Imam Suhadi, dan H Okta Rijaya M (Lampung).
Ulama asal Lampung KH Soleh Bajuri di sela-sela ajang silaturahim itu menegaskan bahwa islah menjadi sebuah keharusan agar segala pesoalan yang mendera NU belakangan ini bisa segera terselesaikan.
"Harus segera islah, jangan ditunda lagi agar persoalan tidak semakin berlarut-larut," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan KH Sholahudin Syargawi Al-Qodiri dari Jambi. Menurut dia, kisruh yang dibiarkan berlarut-larut hanya akan merugikan NU sendiri.
"Mari segera islah. Kalau setelah itu dinilai perlu digelar muktamar yang dipercepat atau bahkan muktamar luar biasa, silakan saja. Kita juga harus mewaspadai pihak luar yang bisa saja memang menginginkan NU ini tercerai-berai," tegasnya.
Volume Penumpang Kereta Api di Deli Serdang Melonjak, Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Sepekan Libur Sekolah, KAI Divre I Sumut Layani 58 Ribu Lebih Pelanggan
UINSU Medan Sukses Tembus Peringkat Dunia
IRMALA Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan Zikir dan Doa
KA Putri Deli Angkut 541 Ribu Penumpang Hingga Mei 2026, Kuasai 47 Persen Pasar Kereta Api di Sumatera Utara