GOR Voli Indoor Masih Berantakan, Peserta: Penyelenggara Terburuk

Hadi Iswanto - Selasa, 10 September 2024 18:46 WIB
GOR Voli Indoor Masih Berantakan, Peserta: Penyelenggara Terburuk
Kondisi lapangan voli masih berantakan

analisamedan.com -Wacana Sumut sebagai penyelenggara PON terburuk kembali mencuat. Sejumlah official tim bola voli mengeluhkan kondisi venue di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Sumatera Utara.

Ya. GOR Voli Indoor yang berada di kawasan Sport Center Sumut, Desa Sena Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang dinilai belum siap untuk arena pertandingan.

Mengutip KBRN RRI, pada Selasa (10/9/2024) siang, sejumlah serpihan proses pengerjaan pembangunan GOR belum dibereskan. Bahkan, beberapa sarana vital termasuk lapangan pemanasan pemain hingga kamar mandi belum kelar.

Selain itu, sejumlah kabel masih menjulur di area GOR yang bisa membahayakan pengunjung.

Meski begitu, sejumlah tim terpaksa melakukan official Training hari kedua di GOR tersebut. Sebab pertandingan bola voli PON sudah akan dimulai pada Rabu (11/9/2024) besok.

Kapten tim voli indoor DKI Jakarta, Okky Darmawan Saputra mengaku kondisi lapangan tidak ada perbedaan dari hari sebelumnya. Menurutnya, kondisi venue dan akses menuju lokasi tidak layak sekali.

"Bahkan untuk kamar mandi pun belum siap untuk ganti baju ataupun sekedar buang air kecil dan besar," ucapnya kepada wartawan usai menjalani uji coba lapangan.

Okky merasakan kondisi debu di lokasi lantai lapangan membuat pemain merasa tidak nyaman. Bahkan bisa mengakibatkan pemain cidera jika kondisi lapangan tidak segera dibersihkan. "Debu yang masuk ke lapangan itu bikin kita pemain licin sepatunya. Itu bahaya banget sih," kata Okky.

Hal yang sama juga dirasakan asisten Voli indoor DKI Jakarta, Dadang Sudrajad. Bahkan, Dadang menilai ini merupakan penyelenggaraan PON terparah untuk cabor voli indoor sejak 2004.

"Kondisi ini adalah PON terparah selama saya megikuti PON dari 2004 sampai sekarang itu paling terparah dan belum siap untuk mengikuti kejuaraan seperti PON ini," ujarnya.

Dadang menilai, akses dari parkir menuju GOR juga sangat ekstrem. Pada hari pertama uji lapangan mereka harus melintas kubangan air dengan susunan papan untuk menuju ke GOR. Bahkan, ada pemain DKI yang terpeleset karena licinnya jalan yang berair dan berlumpur.

"Venue nya itu belum siap terutama tribun di atas masih ada debu-debu. Terus akses jalan juga belum bagus juga masih tanah gitu. Malah atlet saya kemarin ada yang kejebur jatuh lewat jembatan kayu kepeleset," ucapnya.

Editor
: Hadi Iswanto
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru