Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital
analisamedan.com -Momentum pengukuhan guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga ruang lahirnya gagasan strategis bagi kehidupan demokrasi. Salah satu suara yang mengemuka datang dari Hasrat Efendi Samosir, yang menyoroti pentingnya transformasi partai politik di era digital.
Dalam kajiannya, Hasrat menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah secara signifikan lanskap komunikasi politik di Indonesia. Partai politik, menurutnya, tidak cukup hanya hadir sebagai institusi formal demokrasi, tetapi harus mampu beradaptasi dengan dinamika zaman yang serba digital.
"Di era digital dan demokrasi terbuka, partai politik dituntut untuk lebih transparan, responsif terhadap aspirasi publik, serta inovatif dalam membangun komunikasi politik," ujarnya dalam pidato pengukuhan Guru Besar UINSU,Rabu (22/4/2026)
Pengukuhan guru besar yang berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka UINSU itu menjadi peneguhan atas perjalanan akademik sekaligus kontribusi pemikiran Hasrat di bidang Komunikasi Politik Islam. Ia menilai, partai politik termasuk yang berbasis Islam tetap menjadi pilar utama dalam sistem demokrasi, namun pendekatan komunikasinya harus mengikuti perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin rasional dan kritis.
Lahir di Sigambo-gambo, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, pada 12 November 1973, Hasrat melihat bahwa kehadiran media sosial seperti Facebook, X (Twitter), dan Instagram telah membuka ruang baru bagi partai untuk berinteraksi langsung dengan publik tanpa sekat.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemudahan tersebut juga membawa tantangan. Penggunaan komunikasi politik berbasis identitas, termasuk agama, harus dilakukan secara bijak dan proporsional. "Komunikasi politik tidak boleh hanya bersifat instan untuk meraih suara, tetapi harus mampu membangun kualitas demokrasi secara berkelanjutan," tegasnya.
Sebagai akademisi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSU, Hasrat dikenal memiliki kepakaran di bidang komunikasi Islam, retorika, dan public speaking. Ia juga aktif dalam publikasi ilmiah yang terindeks secara nasional melalui SINTA serta dapat diakses melalui Google Scholar.
Dalam pandangannya, partai politik memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara negara dan masyarakat. Karena itu, keberhasilan partai tidak lagi semata ditentukan oleh kekuatan ideologi, melainkan oleh kemampuan membangun komunikasi yang efektif, inklusif, serta mampu menawarkan solusi nyata bagi publik.
Melalui momentum pengukuhan guru besar ini, pemikiran Hasrat Efendi Samosir diharapkan tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga rujukan praktis dalam memperkuat demokrasi yang lebih sehat, adaptif, dan partisipatif di Indonesia.
Dari “Profesor Berita” ke Guru Besar: Jalan Sunyi Anang Anas Azhar Mengembalikan Etika Politik
Dua Akademisi UIN Sumut Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Tegaskan Peran Ilmu Hadapi Tantangan Zaman
Mengungkap Rahasia di Balik Klik “Saya Setuju”:
Hukum Bisnis Islam: Kompas Etis di Era Digital
Akademisi UMSU Soroti Gaya Komunikasi Menkeu dan Tantangan Komunikasi Massa Digital Pemerintahan