Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital
Pengukuhan guru besar yang berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka UINSU itu menjadi peneguhan atas perjalanan akademik sekaligus kontribusi pemikiran Hasrat di bidang Komunikasi Politik Islam. Ia menilai, partai politik termasuk yang berbasis Islam tetap menjadi pilar utama dalam sistem demokrasi, namun pendekatan komunikasinya harus mengikuti perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin rasional dan kritis.
Lahir di Sigambo-gambo, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, pada 12 November 1973, Hasrat melihat bahwa kehadiran media sosial seperti Facebook, X (Twitter), dan Instagram telah membuka ruang baru bagi partai untuk berinteraksi langsung dengan publik tanpa sekat.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemudahan tersebut juga membawa tantangan. Penggunaan komunikasi politik berbasis identitas, termasuk agama, harus dilakukan secara bijak dan proporsional. "Komunikasi politik tidak boleh hanya bersifat instan untuk meraih suara, tetapi harus mampu membangun kualitas demokrasi secara berkelanjutan," tegasnya.
Dari “Profesor Berita” ke Guru Besar: Jalan Sunyi Anang Anas Azhar Mengembalikan Etika Politik
Dua Akademisi UIN Sumut Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Tegaskan Peran Ilmu Hadapi Tantangan Zaman
Mengungkap Rahasia di Balik Klik “Saya Setuju”:
Hukum Bisnis Islam: Kompas Etis di Era Digital
Akademisi UMSU Soroti Gaya Komunikasi Menkeu dan Tantangan Komunikasi Massa Digital Pemerintahan