Pemprov dan YKI Sumut: Puskesmas dan Nakes Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini Kanker
"Jika sudah stadium akhir, pengobatan terasa berat sekali, mahal, dan sakit sekali, maka garda terdepan tadi mestilah mendeteksi pasien secara dini, sehingga pas masih staidum awal bisa langsung diobati," ucapnya.
YKI Sumut pun banyak menggelar berbagai kegiatan sosialisasi. Instansi, organisasi dan forum kemasyarakatan pun disasar. Mulai dari majelis taklim, pengajian kaum ibu, sekolah, dan organisasi lainnya.
Dari 3.206 total penderita kanker di Sumut, kanker payudara merupakan yang terbanyak, yakni sebesar 393 orang. Disusul leukimia 313 orang, kanker paru 293 orang, kanker kelenjar getah bening 238 orang dan seterusnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia Sumut dr. Denny Rifsal Siregar, Sp.B (K) Onk, M.Kes menjelaskan banyak pasien kanker yang terlambat mendapat pengobatan. Ia sering menerima pasien kanker yang baru datang saat sudah mengidap stadium akhir.
"Diharapkan seminar ini dapat memberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran untuk mengetahui risiko kanker, sehingga kami berharap bisa menurunkan angka kejadian," jelasnya.
Sementara itu, salah satu narasumber bidang Epidemiologi Kanker Kepala dan Leher, Dr. dr. Kamal Basri Siregar, M.Ked (Surg). SPB. Subsp. Onk (K) mengungkapkan bahwa penyebab kanker leher dan kepala disebabkan karena faktor merokok, minum alkohol, mengunyah tembakau atau buah pinang, pemaparan berlebihan terhadap sinar matahari untuk kanker kulit dan riwayat keluarga dengan kanker nasofaring (NPC).
Lahan Puskesmas Mandala Berada di Deliserdang, DPRD Medan Desak Pemko Segera Bertindak
Lawan Kanker Serviks, Ny Masroini Letnan Dalimunthe Kukuhkan Relawan 'Besti' IVA Test Terjun Ketengah Masyarakat
Wagubsu Buka Musda X MUI Sumut
PWI Sumut Gelar UKW, Pemrovsu Dukung Komitmen Peningkatan Kompetensi Wartawan
DPRD Medan Harap Puskesmas jadi BLUD