Pilkades, Persatuan dan Menghempang Kepentingan 2024
Tulisan ini diangkat seiring akan dilaksanakannya Pilkades pada 24 Agusutus di Padangsidimpuan
Sugiatmo - Kamis, 27 Juli 2023 13:06 WIB
MENGHEMPANG KEPENTINGAN POLITIK 2024
Bukan tidak mungkin, aktor-aktor yang terlibat dalam pilkada juga pemilu akan kembali menyasar proses demokrasi desa. Satu hal yang pasti mereka sedang menghubungkan jalan bagi kemenangan di pemilu dan pilkada dengan menguasai para kontestan yang terlibat dalam pilkades.
Asumsinya sederhana, mereka yang menang di desa tentu memiliki loyalis pribadi ditambah dengan perangkat kekuasaan yang dimilikinya. Menguasai hasil demokrasi desa sama dengan selangkah menguasai konstestasi pilkada dan pemilu 2024.
Maka sebisa mungkin semua pihak untuk menghempang agar tidak ada intervensi dari luar dalam pelaksanaan pilkades.
Dari semua proses pilkades tentunya ada kelebihan dan kekurangan, maka catatan yang dituliskan ini merupakan saran dan hasil amatan pribadi.
Ada beberapa hal yang perlu untuk segera dievaluasi dalam upaya suksesi Pilkades.
1. Kurangnya waktu yang cukup untuk masyarakat mempersiapkan diri mencalonkan Kepala Desa dan mengenal para calon kepala Desa.
2. Kurangnya Sosialisasi yang diberikan kepada warga desa secara langsung tentang lebih pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan .
3. Juga perlunya aturan Walikota yang mengatur sanksi bagi pihak yang melakukan kecurangan.
4. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyiapkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa.
5. Diadakan Sosialisasi tata cara dan prosedur pemilihan Kepala Desa kepada Masyarakat di masing-masing Desa dan di tingkat Kecamatan secara berkali-kali khususnya tentang tata cara pencoblosan dan pelipatan kartu suara.
Penulis: Amir Hamzah Harahap
Alumni Ilmu Sosial dan Politik,
Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS)
Editor
: Sugiatmo
SHARE: