Rektor UIN SU Medan: Kurikulum Berbasis Cinta Pondasi Pendidikan Berorientasi Kasih Sayang dan Kemanusiaan

Sugiatmo - Minggu, 27 Juli 2025 11:29 WIB
Rektor UIN SU Medan: Kurikulum Berbasis Cinta Pondasi Pendidikan  Berorientasi  Kasih Sayang dan Kemanusiaan
analisamedan/dok
Rektor UIN SU Medan, Prof Dr Hj Nurhayati MAg

Sebab itu menurut beliau bahwa paradigma baru pendidikan berbasis cinta adalah gagasan kurikulum berbasis cinta juga menciptakan paradigma baru dalam dunia pendidikan yang menembus batas ritualisme dalam pembelajaran agama. Pendidikan agama tidak hanya mengajarkan tata cara ibadah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan moderasi.

Dengan pendekatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya taat beragama, tetapi juga mampu hidup berdampingan secara damai dalam keberagaman.

"Di sinilah letaknya relevansi kurikulum berbasis cinta untuk menciptakan individu yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan toleransi, sehingga dapat menghindari potensi konflik sosial yang sering kali muncul akibat perbedaan identitas di tengah polarisasi sosial yang ada," ungkapnya.

Pondasi Kurikulum Berbasis Cinta


Pilar-pilar utama kurikulum berbasis cinta adalah sebagai berikut:

Cinta kepada Tuhan (Hablun minallah) – Menanamkan cinta kepada Tuhan sebagai fondasi utama dalam kehidupan spiritual dan sosial siswa.

Cinta kepada Sesama Manusia (Hablun minannas) – Mengajarkan cinta yang melampaui batas agama, suku, dan status sosial, dengan menekankan pentingnya empati dan persaudaraan.

Kepedulian terhadap Lingkungan (Hablun bi'ah) – Mengajarkan bahwa mencintai lingkungan adalah bagian dari ibadah, dan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab moral.

Cinta kepada Bangsa (Hubbul Wathan) – Menanamkan rasa cinta terhadap tanah air dan kewajiban untuk membela dan membangun negara.

Menurut Rektor UIN SU Medan, kurikulum berbasis cinta harus segera diadopsi oleh perguruan tinggi, terutama pada institusi pendidikan tinggi Islam (PTKI), sebagai langkah maju dalam menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna.

"Kurikulum berbasis cinta ini bukan hanya sekedar pendekatan akademik, tetapi sebuah gerakan untuk mencetak individu yang memiliki hati yang penuh kasih, bertanggung jawab sosial, dan siap menyongsong masa depan dengan semangat cinta dan kemanusiaan," katanya.

Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag adalah Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang juga aktif dalam mengembangkan gagasan-gagasan pendidikan berbasis nilai kemanusiaan. Gagasannya dalam pendidikan berbasis cinta diharapkan dapat memperkaya pendidikan agama dan memberikan kontribusi positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru