UIN Sumut Terbaik 5 Humas Kemenag Award 2023

Sugiatmo - Minggu, 10 Desember 2023 21:25 WIB
UIN Sumut Terbaik 5 Humas Kemenag Award 2023
analisamedan/dok
Sub Kooridnator Humas dan Informasi UIN Sumut Yunni Salma, SAg, MM menerima anugerah sebagai terbaik kelima pada kategori pengeloma media sosial terbaik dari Menteri Agama

Selain untuk meningkatkan mutu dan kualitas layanan sesuai kebutuhan zaman, transformasi digital menjadi pilihan pendekatan dalam rangka akselerasi perluasan akses di tengah cakupan layanan Kemenag yang demikian luas, menjangkau wilayah terdepan, terdalam, terluar, bahkan para TKI/TKW di luar negeri. Setelah tiga tahun, program ini mulai dirasakan manfaatnya. Hal ini menegaskan, digitalisasi layananemang hal yang tidak bisa dibendung lagi.

Kemenag, lanjutnya, mengembangkan berbagai bentuk layanan berbasis digital yang diyakini memudahkan masyarakat dalam berbagai kepentingan yang melibatkan Kemenag. Berbagai program yaitu akses layanan KUA yang jadi semakin mudah dengan revitalisasi 1.106 KUA sepanjang 2021-2023 dengan layanan daring/online.

Lalu para guru yang belum S1 tapi tidak memungkinkan meninggalkan anak didiknya atau pekerja (termasuk TKI) yang ingin S1 tapi tidak memungkinkan meninggalkan pekerjaannya, dibukakan akses melalui program Islamic Cyber University. Sejak 2021-2023, tercatat ada 3.339 mahasiswa dari berbagai daerah yang terfasilitasi Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Lalu ada akses Sahabat Disabilitas untuk bisa membaca dan memahami kitab suci agamanya juga dengan layanan digital. Akses pelatihan dan pendidikan melalui transformasi digital pemanfaatan Learning Management System (LMS) Massive Online Open Courses (MOOC) Pintar. Kemenag berhasil menggelar pelatihan online dengan jumlah peserta mencapai 284.054. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan jika masih berjalan secara konvensional tatap muka.

Sebab, jelas menteri, jika 284 ribu peserta itu dilakukan secara klasikal tatap muka, di mana setiap kelasnya hanya diisi 30 orang, maka itu setara dengan 9.468 kelas. Jika kebutuhan anggaran diklat konvensional rata-rata Rp170 juta untuk setiap kelas dalam rentang hari tertentu, berarti biaya yang harus disiapkan mencapai Rp1,6 triliun. Karena online, tidak perlu biaya klasikal yang demikian besar.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru