USU Hadirkan Blower Aerasi Tanam, Bantu Pulihkan Tambak Warga Klambir V Kebun Pascabanjir
analisamedan.com -Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program "Pemberdayaan Masyarakat Pascabanjir melalui Blower Aerasi Tanam untuk Pemulihan Kualitas Air Tambak di Desa Klambir V " di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat memulihkan usaha perikanan yang terdampak banjir melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna.
Program dipimpin oleh Dr. Muhammad Taufik, S.Si., M.Si. dari Program Studi Kimia FMIPA USU, dengan anggota tim Boby Cahyady, S.Si., M.Si. dari Kimia FMIPA USU dan Ir. Ferry Rahmat Astianta Bukit, S.T., M.T., IPM dari Pendidikan Profesi Insinyur USU. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Kimia USU, yaitu Muhammad Hafiz Alqadri dan Muhammad Zaky Taruna.
Mitra kegiatan adalah Kolam Pancing Uncu, usaha perikanan air tawar berbasis masyarakat yang dipimpin Nuhwan. Usaha ini memiliki lima unit kolam dengan luas total sekitar 1.200 meter persegi dan melibatkan 10 tenaga kerja.
Banjir yang terjadi pada 27 November 2025 membawa lumpur dan bahan organik ke dalam kolam sehingga menyebabkan penurunan kualitas air. Berdasarkan kondisi awal yang dituangkan dalam proposal kegiatan, oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) di dasar kolam turun menjadi sekitar 1,5–2,0 mg/L, sedangkan kekeruhan meningkat hingga lebih dari 200 NTU. Kondisi tersebut disertai stres pada ikan dan angka kematian ikan pascabanjir yang diperkirakan mencapai 20–40 persen.
Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga terhadap keberlangsungan usaha masyarakat. Penurunan kualitas air menyebabkan waktu panen lebih panjang serta menekan produktivitas dan pendapatan usaha.
Inovasi Blower Aerasi Tanam
Menjawab permasalahan tersebut, Tim USU memperkenalkan Blower Aerasi Tanam, teknologi tepat guna yang dirancang untuk mendistribusikan udara hingga ke bagian dasar kolam.
Berbeda dengan aerator permukaan yang bekerja terutama pada lapisan atas perairan, sistem ini menggunakan blower yang terhubung dengan jaringan distribusi udara dan diffuser yang ditempatkan pada dasar kolam. Udara dialirkan melalui sistem tersebut sehingga menghasilkan gelembung aerasi dari bagian bawah perairan.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa teknologi yang diterapkan tidak hanya diarahkan untuk membantu proses pemulihan kualitas air, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola tambak secara mandiri.
"Program ini tidak berhenti pada pemberian alat. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memahami teknologi, mampu mengoperasikan dan merawatnya, serta memiliki pengetahuan dalam memantau kualitas air tambak. Dengan demikian, teknologi dapat terus dimanfaatkan setelah program pengabdian selesai," ujar Muhammad Taufik.
Penerapan teknologi dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam pengenalan teknologi, instalasi, pengoperasian hingga pemeliharaan Blower Aerasi Tanam.
Transfer Teknologi
Selain pemasangan teknologi, kegiatan pengabdian juga diisi dengan sosialisasi dan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan kualitas air tambak, pentingnya oksigen terlarut bagi kesehatan ikan, pengoperasian sistem aerasi, serta pengelolaan usaha perikanan.
Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai mitra yang terlibat aktif dalam penerapan teknologi.
Masyarakat juga diarahkan untuk mampu melakukan pemantauan kondisi perairan dan pemeliharaan peralatan secara mandiri. Pendampingan dan evaluasi selanjutnya dilakukan untuk melihat perubahan kondisi tambak setelah penerapan teknologi.
Dorong Kemandirian
Melalui penerapan Blower Aerasi Tanam, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan oksigen terlarut hingga lapisan dasar, memperbaiki sirkulasi dan kualitas air, serta menciptakan lingkungan perairan yang lebih mendukung bagi budidaya ikan.
Program juga diarahkan untuk membantu menekan tingkat kematian ikan, mempercepat pemulihan aktivitas produksi, serta mendukung bangkitnya kembali usaha masyarakat pascabanjir.
Lebih jauh, kegiatan ini membawa misi pemberdayaan. Mitra dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengoperasikan serta melakukan perawatan Blower Aerasi Tanam secara mandiri. Keberlanjutan program juga diperkuat melalui penyusunan prosedur pengelolaan kualitas air dan pendampingan kepada masyarakat.
Dengan kemampuan tersebut, teknologi diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi Kolam Pancing Uncu, tetapi juga berpotensi direplikasi dan menjadi contoh pengelolaan tambak bagi masyarakat lainnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk hilirisasi keilmuan perguruan tinggi kepada masyarakat dengan memadukan keahlian di bidang kimia lingkungan, analisis kualitas air, serta rekayasa dan teknologi tepat guna.
Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa dan masyarakat, USU berupaya menghadirkan inovasi yang berangkat dari persoalan nyata di lapangan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dari permasalahan pascabencana, inovasi dihadirkan. Dari inovasi, pengetahuan ditransfer. Dan melalui pemberdayaan, masyarakat didorong untuk semakin mandiri dan tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang
Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN,Perjuangkan 20 persen Hak Masyarakat
FKM UINSU Sosialisasikan Pendidikan Kesehatan Masyarakat di SMA Muhammadiyah Kabupaten Karo
Leica Juara Karate Asia, Rektor USU : Menjadi Inspirasi bagi Mahasiswa Lainnya
Dosen Fakultas Vokasi USU Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK Negeri 7 Medan Melalui Program Pengabdian Masyarakat
Terima Bantuan BPKH dan Rumah Zakat, Wakil Rektor I USU Pesankan Mahasiswa Jaga Amanah dan Tetap Semangat Kuliah