Terkait Suksesi Kepemimpinan, Ini Pernyataan Sikap Kader Militan PDI Perjuangan

Sugiatmo - Kamis, 11 September 2025 21:27 WIB
Terkait Suksesi Kepemimpinan, Ini Pernyataan Sikap Kader Militan PDI Perjuangan
analisamedan/bardan
Benny Simbolon didampingi kader-kader militan PDI Perjuangan membacakan isi pernyataan sikap terkait suksesi kepemimpinan PDI Perjuangan Kota Medan Periode 2025-2030 yang akan berlangsung dalam beberapa Minggu ke depan di Jalan Bromo Medan, Rabu (10/9/2025) malam.

"Tentunya ini kami anggap merupakan suatu pelanggaran yang melanggar Intruksi Ketua Umum Nomor 44/IN/DPP/IX/2025 tertanggal 02 September 2025 dan indikasi pelanggaran tersebut tertuang pada Point ke-3 yang berbunyi "Setiap Anggota dan Kader Partai dilarang melakukan Manuver politik yang mengganggu soliditas partai, menghambat persiapan maupun pelaksanaan konferensi dan musyawarah, " tegasnya.

4. Dan juga kami melihat dan menyaksikan adanya oknum anggota dewan Kota Medan Fraksi PDI Perjuangan yang merusak citra dan wibawa partai yang diduga melakukan pemerasan kepada pengusaha dan sudah diperiksa di Kepolisian Sumatera Utara dan kini sedang diperiksa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dan banyak lagi masalah-masalah yang diduga ditimbulkan oknum dewan itu yang membuat rusaknya citra dan marwah partai.

"Untuk itu kami kader militan memohon kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Prof. Dr. HC Hj. Megawati Soekarno Putri untuk menertibkan/memberikan sanksi sesuai AD/ART oknum dewan itu agar kembalinya marwah dan citra partai lebih baik, " pintanya.

Kader militan PDI Perjuangan berharap secara khusus kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Prof. Dr. HC Hj. Megawati Soekarno Putri untuk melihat dan mengamati rekam jejak calon yang ditetapkan sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan masa bakti 2025-2030.

"Semoga harapan yang kami sampaikan ini dapat tersampaikan kepada ibu Megawati dan kami kader-kader militan sangat berharap janganlah ditetapkan/dipilih penghianat di dalam tubuh partai untuk memimpin PDI Perjuangan Kota Medan kedepannya, karena itu dapat merusak sistem kaderisasi dan meritokrasi yang selama ini telah dijalankan didalam internal partai, " pungkasnya. (Bardan)

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru