Sopian Adami, SH : Kemajuan Demokrasi Indonesia Harus Dipertahankan
"Kita tidak serta merta memperbincangkan masalah sidang tersebut, karena pengujian UU itu sah-sah saja.Tapi yang kita bicarakan hari ini harus kita akui pula ke majuan kehidupan demokrasi di negeri ini sudah mulai mendapat tempat di hati rakyat. Karena pemilu yang digelar selama ini dengan sistem terbuka. Sistem tersebut tentu saja.mendapat apre siasi pula dari rakyat," ujar Sopian Adami, yang juga pengacara kondang ini.
Dia berharap kehidupan demokrasi dengan pemilu terbuka yang selama ini harus diper tahankan dan ditingkatkan lagi ke depan. Jangan malah ada yang mau.mundur jauh ke belakang seperti misalnya saja mengotak-atik dengan sistem pemilu tertutup.
Baca Juga :
Mengacu pada sumber Indonesia.go.id, Sopian Adami melukiskan kehidupan demo krasi Indonesia hari ini tercatat pada peringkat 52 dunia atau setinggi 12 anak tangga diban ding posisi ke-64 pada tahun 2020.
Seperti diketahui perihal kenaikan indeks demokrasi itu diumumkan pada Rabu, 9 Fe bruari 2021 oleh The Economist In telligence Unit (EIU) atau sebuah lembaga observer dan analis politik-ekonomi global yang berbasis di London. EIU itu adalah bagian dari grup media terkemuka The Economist, dan dia telah me lakukan pemeringkatan indeks demokrasi itu sejak 2006 lalu.
"Bisa kita bayangkan dari 167 negara yang diobservasi, EIU mengelompokkan ke dalam empat ka tegori. Tercatat ada 23 negara dengan indeks demokrasi tertinggi yang dikate gorikan sebagai negara demokrasi penuh (full demo vcracies). Sedangkan 52 negara ini tergolong demokrasi yang tak sempurna (flawed democracies). Sebanyak 31 ne gara hybrid regimes(rezim hibrida), dan 57 negara lainnya masuk ke lompok negara otoritarian (authoritation regimes)," rincinya.