Doa Bersama Lintas Agama, Kapolrestabes Medan: Kebersamaan dan Toleransi Pilar Keharmonisan Kota Ini

Bardan - Kamis, 11 Desember 2025 11:54 WIB
Doa Bersama Lintas Agama, Kapolrestabes Medan: Kebersamaan dan Toleransi Pilar Keharmonisan Kota Ini
analisamedan.com/dok Suasana khidmat doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan dan kepedulian Polrestabes Medan.
analisamedan.com -Polrestabes Medan menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana sekaligus memperkuat harmoni dan persaudaraan di Kota Medan.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Polrestabes Medan, Rabu (10/12/2025), dipimpin langsung Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., dalam suasana penuh keteduhan dan nuansa persatuan.

Acara diawali dengan salam dan doa dari berbagai agama—Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu—sebagai simbol kuatnya keberagaman yang dirajut dalam kesatuan.

Dalam sambutannya, Kapolrestabes menegaskan bahwa doa lintas agama menjadi fondasi spiritual dalam pelayanan kepolisian, terlebih saat bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Di Kota Medan sendiri, banjir hidrometeorologi sejak 27 November telah menyebabkan banyak warga terdampak. Polrestabes Medan bersama TNI, Pemko Medan, BPBD, dan sejumlah stakeholder telah melakukan evakuasi, membuka posko pengungsian, menyiapkan dapur umum, serta memberikan layanan trauma healing bagi warga yang mengalami tekanan psikologis.

Dukungan juga disalurkan ke enam daerah lain yang masih terdampak, yakni Langkat, Serdang Bedagai, Batubara, Tebingtinggi, dan Labuhanbatu Selatan. Bantuan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan pemulihan lingkungan, hingga alat-alat seperti cangkul, angkong, sekop, dan perangkat pembersihan air untuk mempercepat normalisasi kawasan yang terdampak.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Kapolrestabes memastikan bahwa Polrestabes Medan bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait telah mempersiapkan langkah pengamanan menyeluruh agar ibadah dan aktivitas masyarakat berlangsung aman, tertib, dan penuh toleransi. "Kebersamaan dan toleransi adalah pilar keharmonisan kota ini," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan Kota Medan Muhammad Sofyan, S.Sos., M.AP; Pasi Ren Mayor Czi Abdul Halim Pasaribu; Kasi Pidum Kejari Medan Deny Marincka Pratama, S.H., M.H.; Dansatlak Idik Katen CPM Azis Ritonga; Prof. Dr. Andri Soemitra, MA (MUI Kota Medan); Ketua FKUB Muhammad Yasir Tanjung, S.Pd.I; Ketua PGI Pdt. Erwin Tambunan, M.Th; Uskup Agung Mgr. Kornelius Sipayung, OFM Cap; Ketua PHDI Ir. Suben Thiren, M.Sos; Ketua Walubi Arman Chandra, S.E.; Ketua Matakin JS. Alwin; tokoh agama se-Kota Medan; Bhayangkari Cabang Medan; PJU dan Kapolsek jajaran; serta anak-anak dari Panti Asuhan Sahabat Yatim Indonesia, Bait Alah, dan Permata Kasih Abadi.

Suasana haru menyelimuti penghujung acara ketika Kapolrestabes menyerahkan bingkisan dan tali asih kepada anak-anak panti asuhan. Dalam antrean kecil itu, seorang anak laki-laki tiba-tiba memeluk Kapolrestabes dengan erat—tanpa kata, hanya kehangatan yang mengalir tulus. Tepuk tangan para tamu undangan pun pecah, menyaksikan momen yang mematri kedekatan antara aparat dan masyarakat yang mereka layani.

Kapolrestabes kemudian menyampaikan pesan menyentuh bahwa pelukan tersebut mengingatkannya pada esensi pelayanan kepolisian: bukan hanya menjaga keamanan, tetapi menghadirkan rasa aman, terutama bagi anak-anak yang sedang tumbuh dengan harapan besar. "Teruslah bermimpi, Nak. Dunia ini juga memelukmu kembali," ucapnya.

Doa dari para tokoh lintas agama menjadi penutup kegiatan, membawa harapan agar Kota Medan tetap kuat, teduh, dan saling menjaga di tengah berbagai tantangan. (Bardan)

Editor
: Bardan
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru