H Marahalim Harahap : PMKNU untuk Lahirkan kader Pemimpin NU

Sugiatmo - Minggu, 12 Mei 2024 07:05 WIB
H Marahalim Harahap : PMKNU untuk Lahirkan kader Pemimpin NU
analisamedan/sugiatmo
Ketua PWNU Sumut Dr H Marahalim Harahap

analisamedan.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara, mengadakan kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang bertempat di Pesantren Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara dan Hotel Wing, Medan, pada tanggal 08-12 Mei 2024.

Kegiatan PMKNU tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang diawali dengan Halal Bihalal Warga NU Sumatera Utara di Masjid Pesantren Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara. Menurut Ketua PWNU Sumatera Utara, alasan Halal Bihalal yang dibarengkan dengan kegiatan pengkaderan adalah agar para peserta pendidikan merasakan spirit Ramadhan dan Syawal. Harapannya, ke depan kader-kader NU memiliki ruh dari kegiatan pengkaderan.

Kegiatan PMKNU tersebut mendatangkan delapan kyai dari Indonesia secara langsung ke Jepang untuk memberikan setidaknya 20 materi tentang Islam Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdliyah.

12 kyai yang menjadi Tim Kaderisasi PBNU yang hadir di lokasi pengkaderan adalah: Dr. KH. Miftah Faqih, Dr. KH. Muhammad Faesal, M.Pd, Gus Nur Hidayat, Gus Zimamul Adli, M.Si, KH. Agus Muhammad, KH. Aunullah A'la Habib, KH. Masyhuri Malik, KH. Syarief Munawi, Prof H. Zainul Hamdi, Prof. KH.M Nuh, Dr. H. Denni Irawan, Ph.D, dan Dr. H. Heri Kuswara, M. Kom.

Ada 16 materi yang diberikan berkisar tentang: Arah dan Cita-Cita Nahdlatul Ulama, Pemetaan Wilayah, Mengaji Pedoman Perkumpulan Nahdlatul Ulama, Memperkuat Khidmat Pendidikan dan Kesehatan, Peta Ideologi Islam dan Ideologi Transnasional, Menggerakkan Jam'iyah NU, Analisis Sosial, Memperkuat Pemahaman Aswaja, Menjadi Pemimpin Jam'iyah, RTL dan Tugas Sosial, Memperkuat Khidmat Pesantren, Memperkuat Khidmat Ekonomi, Transformasi Digital dan Dakwah Digital, dan Siskader sebagai Instrumen Penggerak Kaderisasi PBNU, kepada sekitar 84 peserta.

Peserta tidak saja berasal dari Sumatera Utara, juga diikuti oleh kader dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau dan Aceh.

Menurut Marahalim, urgensi kegiatan ini didorong oleh beberapa faktor. Pertama, struktur NU di Sumatera Utara semakin meluas sehingga para kadernya perlu meningkatkan kemampuan organisasinya. Kedua, PWNU dan PCNU memiliki banyak masjid, pesantren dan perguruan tinggi sehingga diperlukan SDM yang dapat menghidupkan khidmah nahdliyyah.

"Saya harap setelah pengkaderan peserta lebih semangat dalam berkhidmat dan memiliki kesadaran kesukarelaan dalam dakwah dan khidmat khususnya di Sumatera Utara," ungkap Ketua PWNU Sumut KH. Marahalim Harahap.

KH. Muhammad Faesal, Salah satu instruktur, Dr. KH. Muhammad Faesal, M.Pd, memberikan kesan yang luar biasa kepada PWNU Sumatera Utara.

"Pengkaderan di Medan ini sangat luar biasa. PWNU Sumatera Utara dan PCNU-nya terdiri dari berbagai latar belakang merupakan suatu kekayaan yang perlu didorong untuk bisa melakukan perkhidmatan di Sumatera Utara. Saya melihat dalam kegiatan pengkaderan ini tidak elitis, termasuk Ketua PWNU bergaul humanis dengan semua peserta. Ada harapan berkembangnya NU di Sumatera Utara melalui PWNU dan PCNU di Sumatera Utara," tuturnya.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru