Ketum MUI Kota Medan Ingatkan Keyakinan Ijtihad dan Saling Menghargai
Dalam kesempatan tersebut Ustaz Hasan juga mengapresiasi Rektor UMSU Prof Agussani atas kerja sama yang sangat baik dengan berbagai pihak termasuk Pemko Medan yang telah menyelenggarakan Rukyatul Hilal ini walaupun jauh sebelumnya Muhammadiyah telah mengumumkan 1 Ramadhan jatuh pada Selasa 17 Februari 2026 dengan menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sementara itu, Wali Kota Rico Waas menekankan bahwa perbedaan waktu mulainya awal puasa tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, justru harus dipandang sebagai kekayaan perspektif dalam beragama.
"Kita sudah berpuluh-puluh tahun hidup dalam saling pengertian. Mau mulainya barengan atau berbeda kita tetap saling menghormati sebagai satu bangsa Indonesia yang saling menyayangi dan menguatkan," kata Rico Waas.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kita sibuk memperdebatkan perbedaan hingga kualitas ibadah kita justru berkurang," imbuhnya.
Adapun berdasarkan hasil Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia, Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut berbeda dengan penetapan PP Muhammadiyah.
DMDI Indonesia Berikan 500 Bingkisan Idul Fitri dari Presiden DMDI Untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin
Rumah Zakat Salurkan Fidyah di Desa Batu Hula, Tapanuli Selatan
Ketua Umum MUI Medan Sampaikan Pesan Kedamaian dan Jaga Kondusivitas
Polrestabes Medan Gelar Doa dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Jaga Kamtibmas
Ramadan Penuh Berkah, Prima Group Berbagi dengan 30 Panti Asuhan di Medan