MUI Sumatera Utara Gelar Seminar Nasional Penguatan Ekonomi dan Bisnis Umat

Semarakkan Gebyar Muharram 1448 H
Sugiatmo - Jumat, 19 Juni 2026 07:00 WIB
MUI Sumatera Utara Gelar Seminar Nasional Penguatan Ekonomi dan Bisnis Umat
analisamedan.com/dok
Peserta mendegarkan pamaparan narasumber pada Seminar Nasional Gebyar Muharram MUI Sumatera Utara di aula Jalan Majelis Ulama Nomor 1, Medan, Selasa (16/6).

analisamedan.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara, menjadi pemateri utama dalam Seminar Nasional Penguatan Ekonomi dan Bisnis Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara dalam rangkaian Gebyar Muharram 1448 Hijriah, Selasa (16/6).

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak ketika membuka kegiatan itu memberikan apresiasi dan berharap kegiatan ilmiah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran ekonomi umat sekaligus menyongsong Kongres Umat Islam yang akan digelar di Jakarta.

Firsal Mutyara dalam paparannya bertajuk "Peluang, Tantangan, dan Strategi Memajukan Ekonomi Islam di Sumatera Utara", menegaskan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi syariah di Kawasan Barat Indonesia.

Menurutnya, ekonomi Islam bukan hanya alternatif sistem ekonomi, tetapi instrumen strategis untuk menciptakan kesejahteraan, pemerataan, dan kemajuan daerah secara berkelanjutan.

"Sumatera Utara memiliki posisi yang sangat strategis, baik dari sisi geografis, sumber daya alam, infrastruktur, maupun jumlah penduduk muslim. Potensi ini harus dioptimalkan untuk menjadikan Sumatera Utara sebagai hub ekonomi syariah yang berdaya saing nasional dan internasional," ujarnya.

Dia menjelaskan, pengembangan ekonomi Islam di Sumatera Utara bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu penguatan pesantren berdaya sebagai pusat kewirausahaan, pengembangan industri halal, serta penguatan sektor keuangan syariah dan ZISWAF (zakat, infak, sedekah, dan wakaf).

"Saat ini terdapat ratusan pesantren yang berpotensi menjadi inkubator bisnis dan ekonomi umat. Selain itu, lebih dari 63 ribu UMKM di Indonesia telah memiliki sertifikasi halal, yang menjadi modal penting dalam memperluas pasar produk halal baik di tingkat nasional maupun internasional,"ungkap Mutyara.

Pemateri selanjutnya Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat Bidang Ekonomi,M. Azrul Tanjung mengungkapkan, Islam agama sempurna (kaffah) mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk bidang ekonomi dan bisnis. Islam bukan sekadar agama ritual, tetapi juga sistem kehidupan (way of life) yang harus diimplementasikan secara menyeluruh dalam kehidupan individu maupun masyarakat.

"Ekonomi dan bisnis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Karena itu, umat Islam harus memahami bahwa aktivitas ekonomi bukan hanya untuk memperoleh keuntungan duniawi, tetapi juga menjadi sarana ibadah dan dakwah," ujarnya seraya mengutip firman Allah SWT dalam Surah As-Saff ayat 10-11 menggambarkan konsep "perdagangan" yang menyelamatkan manusia dari azab, yaitu keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya serta perjuangan dengan harta dan jiwa di jalan Allah.

Dalam uraiannya, Azrul juga menyoroti fenomena tergerusnya etos bisnis umat Islam. Ia mengutip sejumlah kajian yang menunjukkan bahwa pada masa kolonial Belanda telah terjadi pembentukan struktur ekonomi yang menempatkan masyarakat pribumi pada posisi yang kurang menguntungkan dalam aktivitas perdagangan dan kewirausahaan.

Azrul menjelaskan, Islam memberikan ruang yang luas bagi aktivitas bisnis dan perdagangan, namun tetap memberikan batasan yang tegas terhadap praktik-praktik yang merusak keadilan ekonomi. Di antaranya adalah larangan terhadap gharar (ketidakjelasan dan penipuan dalam transaksi), maysir (perjudian dan spekulasi), serta riba yang memberatkan dalam transaksi keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, Azrul juga mengingatkan bahwa dunia usaha merupakan sektor yang sangat penting dalam Islam. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa sebagian besar pintu rezeki berasal dari perdagangan. Bahkan Rasulullah SAW sendiri adalah seorang pengusaha, dan mayoritas sahabat yang dijamin masuk surga merupakan pelaku usaha yang sukses. (suhayri)

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru