KPK RI Diminta "Turun Gunung" Usut Dugaan Sosialisasi Perda Fiktif dan Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Deli Serdang

Frans Zul Sianturi - Rabu, 15 Maret 2023 16:31 WIB
KPK RI Diminta "Turun Gunung" Usut Dugaan Sosialisasi Perda Fiktif dan Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Deli Serdang
istimewa
Kantor DPRD Deli Serdang
analisamedan.com -Sekretaris Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) Sumatra Utara, Franszul M Sianturi, S.E, S.H didampingi Ketua DPD AJWI Deli Serdang, Buyung Amin Nasution meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI "turun gunung" memeriksa adanya dugaan korupsi perjalanan dinas yang melibatkan 50 oknum anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang pada periode 2014-2019.

"AJWI merupakan organisasi yang bertugas mengawasi dan bersinergi dengan aparat penegak hukum. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya supaya dugaan korupsi yang melibatkan wakil rakyat ini bisa diusut tuntas," kata Frans didampingi Buyung Amin kepada AnalisaMedan.com, Rabu(15/3/2023) di Lubuk Pakam.

Selain itu, menurut informasi yang diperoleh oleh AJWI Sumatra Utara, beberapa oknum anggota DPRD Deli Serdang diduga melaksanakan Sosialisasi Perda (Sosper) secara fiktif, sehingga ini jelas sangat merugikan keuangan negara dan harus diusut sampai ke akar akarnya.

Informasi yang beredar di media online, sejumlah warga Deli Serdang berharap dugaan korupsi perjalanan dinas yang melibatkan 50 oknum anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang periode 2014-2019 lalu dapat diungkap oleh aparat penegak hukum.

Mengingat, dugaan korupsi tersebut merugikan keuangan negara miliaran rupiah selain dugaan pemalsuan data oknum anggota dewan yang terlibat di dalamnya.

"Dugaan korupsi pada periode tersebut menjebol APBD Deli Serdang TA 2019 miliaran rupiah. Modusnya seolah oknum anggota dewan mengikuti perjalanan dinas ke luar provinsi, namun menggunakan data diri orang lain. Sementara uangnya masuk ke "kantong" mereka. Sedang yang pergi "orang suruhan", bilang warga yang minta namanya dirahasiakan," bebernya.

Parahnya lagi sambung warga, data diri tersebut berupa KTP discan seolah asli milik oknum anggota dewan.

"Data dirinya milik oknum anggota dewan, namun foto di KTP (diduga palsu) kepunyaan orang lain. Kabarnya kasus ini pernah disidik Polda Sumut, namun hingga kini tidak jelas nasibnya," ungkap warga.

Warga itu pun berandai-andai jika pesawat yang ditumpangi oleh orang suruhan oknum anggota dewan jatuh saat melakukan perjalanan dinas, maka yang tercatat di manives penumpang adalah data oknum anggota dewan. Sementara oknum anggota dewannya tidak berangkat sama sekali.

Salah seorang anggota DPRD Deli Serdang Imran Obos setuju kasus dugaan korupsi perjalanan dinas di lembaganya diungkap oleh aparat penegak hukum.Penjelasan ini disampaikan oleh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut kepada wartawan via seluler, Senin (5/3/23).

"Bante lah situ. Sudah selesai itu, udah gelar perkara pun. Tapi tengok-tengok kan dulu ya," kata Imran Obos, anggota dewan dua periode tersebut.(int/mistar)

Editor
: Frans Zul Sianturi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru