Pejabat Dikota Kecil Ini "Semua" Naik Mobil Dinas, Jika Rapat Jadi Showroom!

Amir Hamzah Harahap - Jumat, 30 Januari 2026 21:43 WIB
Pejabat Dikota Kecil Ini "Semua" Naik Mobil Dinas, Jika Rapat Jadi Showroom!
Ilustrasi
analisamedan.com -Hampir seluruh pejabat setingkat Kepala Dinas (Kadis), Sekdis, Kabid, Staf Ahli, Khusus, Camat dan Kabag di Kota kecil bernama Padangsidimpuan yang berada di Provinsi Sumut ini kekantor lebih sering naik mobil.

Dimana hal tersebut sudah menjadi pemandangan biasa, meski kota kecil yang dijuluki Kota Salak ini hanya memiliki luas 159,28 km2 namun tingkat kepadatan kenderaan sangat tinggi.

Selain itu jumlah penduduk miskin di Kota Padangsidimpuan tergolong tinggi sesuai data BPS pada 2024 sebesar 14,88 ribu jiwa.

Dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 7,17 persen dimana sebagian besar pengangguran didominasi penduduk dengan pendidikan tertinggi SMA yaitu sebesar 35,92.

Serta juga pernah menjadi salah satu dari Kota termiskin di Sumut pada tahun 2022 sesuai datan BPS Sumut dengan PDRB menyentuh 7.384,96 miliar rupiah.

Kembali ketopik,

Sebagaimana diketahui hampir seluruh Kepala dan Sekretaris OPD di Kota ini memiliki kenderaan dinas tergolong mewah seperti kelas innova yang setiap hari dibawa kekantor maupun kegiatan pribadi.

Tidak itu saja, pejabat di Kota ini seolah memiliki hak untuk memiliki mobil dinas dengan dalih aturan negara. Sehingga pola hidup mereka semakin naik level meski jarak rumahnya ke kantornya hanya satu kilometer tetap bawa mobil dinas. Kayak "Dubai" nya Sumut.

Salah seorang aktivis, Tobat Wahyudi yang juga Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melihat selama ini seolah pejabat menjadikan hal tersebut gaya hidup.

"Memang betul itu. Saya lihat memang kalau rapat di Kantor Walikota atau di rapat paripurna DPRD itu halamannya dipenuhi mobil atau mobil dinas mirip showroom. Anehnya kan ini kota kecil masa setiap saat bawa mobil kekantor termasuk rapat. Kek Dubai bah" Ujar Tobat dengan ekspresi lucu.

Tobat juga mempertanyakan apakah Pemko Padangsidimpuan mewajibkan seluruh pejabat harus datang bawa mobil.

"Ngak tau juga apakah kalau ngak bawa mobil ke kantor atau rapat akan dipecat apalagi datang menggunakan septor atau angkutan umum. Padahalkan rumah mereka dekatnya" Tanya Tobat.

Harapannya pejabat baik setingkat Kabag juga lebih mengedepankan efisiensi dan pola hidup sehat.

"Naik kenderaan ini sebenarnya untuk kebutuhan atau gaya hidup? itu yang perlu dievaluasi kembali. Apalagi saat ini BBM sedikit susah didapatkan. Dan kalau ngak membutuhkan bawa mobilpun saya rasa ngak berkurang pangkatnya itu. Hidup biasa aja biar jangan ada kesenjangan sosial antara masyarakat dan pemerintah semakin dalam" Harapnya.

Sementara itu, Kabid Asses BPKAD Soritua saat dikonfirmasi berapa ratus jumlah kenderaan dinas di Kota Padangsidimpuan belum memberikan balasan.


Begitu Beratkah Pejabat Untuk Gaya Hidup Sederhana?


Dalam hal penggunaan fasiltas negara pun para pejabat seakan lupa kepada rakyatnya. Dalam penggunaan mobil dinas misalnya. Setiap tahunnya mobil dinas berpelat merah yang digunakan pejabat selalu berganti mengikuti tren.

Kemudian mobil dinas para pejabat yang lama dilelang dan dibeli oleh para pejabat rendahan.

Sementara itu, untuk mengganti mobil dinas yang telah dilelang disediakan lagi dana yang diambil dari APBD/APBN. Padahal APBD/APBN adalah uang tetesan keringat rakyat yang penggunaannya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Tentu saja sangat banyak uang rakyat yang diambil untuk memberi mobil dinas para pejabat tersebut.

Karena mobilnya tergolong mobil mewah dan sudah pasti harganya mahal. Yang lebih menyakitkan, karena tergolong mobil mewah dan berharga jutaan rupiah sudah pasti mobil itu hanya bisa digunakan oleh pejabat, artinya mobil itu tidak memiliki makna sosial yang bermanfaat untuk rakyat.









Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru