PKM UMA Sosialisasikan Patogen Nematoda Tanaman Padi dan Cara Pengendalian Ramah Lingkungan di Desa Karang Anyar Deli Serdang
analisamedan.com -Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Medan Area (UMA) mensosialisasikan patogen nematoda tanaman padi dan cara pengendaliannya secara ramah lingkungan kepada Kelompok Tani Padi Organik Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang baru – baru ini.
Kegiatan PKM UMA tersebut melibatkan para dosen dengan Ketua Tim Dr. Ir.Suswati.MP dibantu anggota Ir.Azwana.MP, Ifan Aulia Chandra.SP.M.Biotek, Dr.Ir.Zulheri Noer.MP, Prof.Dr.Ir.A.Rafiqi.T.MS serta sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian UMA terdiri Aldy Elvanandar, Khofifah Muhaimini Siregar, Asmaul Hasanah dan Adhe Pernanda.
"Kami mensosialisasikan patogen nematoda tanaman
padi dan cara pengendaliannya secara ramah lingkungan kepada Kelompok Tani Mekar Pasar Kawat, Desa Karang Anyar yang merupakan kelompok tani produsen beras
Pandanwangi dan Ciherang," ungkap Ketua Tim Dr. Ir.Suswati.MP kepada analisamedan.com.
Data yang diperoleh di lapang, ungkap Dr. Suswati, pihaknya menjustifikasi pengusul
bersama mitra dalam menentukan persoalan
prioritas secara spesifik dan konkret yang disepakati untuk diselesaikan
selama pelaksanaan Program Kemitraan
Masyarakat (PKM).
Inventarisasi permasalahan Kelompok
Tani Mekar, Desa Karang Anyar itu
adalah pertama tingginya serangan
kelompok OPT tanaman padi organik di areal persawahan kelompok tani, kedua belum
adanya perlakuan benih (seed treatment)
untuk mengurangi populasi patogen nematoda terbawa benih.
Permasalahan ketiga jumlah
kompos yang diaplikasikan masih sedikit (1.5 ton/musim tanam) dan belum dilakukannya
pemanfaatan limbah brassicae sebagai
biofumigant untuk pengendalian OPT.
Dari tiga masalah tersebut solusi
yang dilakukan PKM UMA untuk masalah pertama dengan pelatihan pengenalan
kelompok OPT dan gejala serangan pada tanaman padi di lapangan serta Pelatihan seed
treatment dengan pencucian /desinfeksi benih.
Untuk masalah kedua, PKM UMA
juga melakukan pelatihan aplikasi mikoriza
pada semaian padi organik. Sedangkan untuk persoalan ketiga melatih penggunaan limbah
Brassicae sebagai biofumigant.
Lebih Lanjut dijelaskannya, gangguan organisme pengganggu tanaman
menjadi masalah yang dihadapi dalam peningkatan produksi padi organik. Nematoda
parasite menjadi kendala utama dalam budidaya tanaman padi di lapangan. Untuk
itu PKM UMA melakukan penyuluhan sekaligus praktik dan pendampingan mitra
kepada kelompok tani Mekar Pasar Kawat Karang Anyar Kecamatan Beringin.
Tujuan dari PKM UMA adalah mensosialisasi kelompok organisme pengganggu tanaman padi nematoda pathogen tanaman padi dan pengenalan gejala serangan. Selain itu bertujuan untuk pengendalian nematoda dengan pemanfaatan limbah brassicae.
"Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta terdiri dari pengurus dan anggota kelompok tani, yang didapati bahwa
seluruh anggota kelompok tani maupun pengurusnya tidak mengetahui gejala
serangan nematoda dan cara pengendaliannya. Padahal per tanaman padi kelompok
telah terserang nematoda pathogen dengan persentase yang tergolong tinggi
30%-40%. Metode
yang dilakukan dengan ceramah,
instruksional, tanya jawab, diskusi
dan praktik
lapangan" jelas Dr Suswati.
Pada saat penyuluhan
disampaikan dengan menggabungkan metode penyampaian
materi dan praktIk dan pendampingan mitra, dijelaskan bahwa terdapat
beberapa jenis nematoda pathogen (hirschmaniella oryzae,meloidogyne graminicola
dan aphelencoides besseyi) pada pertanaman padi di areal kelompok
tani.
Dari sosialisasi dan solusi yang dilakukan PKM UMA ini, maka diharapkan para petani mampu mengantisipasi dan mengendalian patogen nematoda tanaman padi yang selanjutnya dapat diterapkan dalam pengendalian OPT nematoda dengan perlakuan seed treatment (perlakuan benih), penggunaan limbah brassicae yang berfungsi sebagai biofumigant dan pengendalian gulma yang berkemungkinan menjadi inang alternatif nematoda.
"Dengan adanya kegiatan PKM UMA ini, kelompok tani
bertambah pengetahuannya,dan mampu melakukan pengenalan serangan nematoda pathogen, serta mampu mengidentifikasi
gejala serangan nematoda pada benih
padi, bibit padi dan tanaman padi di lapangan. Kelompok tani mampu mengidentifikasi
berbagai cara penyebaran nematoda yaitu melalui benih, air irigasi, peralatan
yang digunakan dalam pengolahan tanah seperti hand tractor, sepatu kerja di sawah,cangkul,dan lain-lain dan
jaringan tanaman padi yang terinfeksi nematode," jelas Dr Suswati.
Tim PKM UMA Berikan Perangkat EWS dan Pengobatan Gratis di Kelurahan Pekan Tanjung Pura Langkat
Dukung Ekonomi Kreatif di Desa Marindal II, Tim PKM UMA Sosialisasikan Inovasi Pengasapan Ikan Ramah Lingkungan
Tim PKM UMA Beri Pelayanan Kesehatan dan Bantuan Sembako kepada Korban Banjir di Kelurahan Pekan Tanjung Pura Langkat
45 Dosen UMA Melaksanakan PkM di Desa Kutomulyo Biru Biru Deli Serdang
Dosen UMA Lintas Fakultas PkM di Desa Bandar Labuhan Tanjung Morawa Deli Serdang