Program MBG Dikecam: Risiko Keracunan hingga Tata Kelola Anggaran Dipertanyakan
analisamedan.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menuai kritik tajam. Meski diusung sebagai solusi pemenuhan gizi anak Indonesia, implementasi di lapangan justru memunculkan sederet persoalan mulai dari kasus keracunan massal, distribusi amburadul, hingga menu yang dinilai tidak sesuai standar gizi.
Pengamat kebijakan publik sekaligus mantan anggota Komisi Yudisial, Farid Wajdi, menilai program MBG lebih tampak sebagai eksperimen politik ketimbang kebijakan publik yang matang. Menurutnya, skala anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah justru menjadi paradoks karena berisiko membahayakan kesehatan anak-anak.
"Dengan anggaran jumbo, publik sebenarnya sedang membayar mahal untuk sebuah janji. Ironisnya, alokasi itu justru menimbulkan risiko kesehatan, bukan jaminan keselamatan," kata Farid, Senin (9/9/2025).
Pasca Insiden di Perbaungan, KAI Divre I Sumut Perkuat Upaya Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Stasiun Perlanaan: Topang Mobilitas Warga Simalungun Bagian Timur dan Mendorong Roda Ekonomi
KAI Divre I Sumut Siagakan Pos Kesehatan di Empat Stasiun Utama, Hadirkan Perjalanan Kereta Api yang Aman dan Nyaman
Praktis dan Ramah Lingkungan, 69 Ribu Pelanggan KAI di Stasiun Medan Manfaatkan Face Recognition Selama Semester I 2026
NasDem Dorong Pemkot Medan Optimalkan PAD dan Tutup Kebocoran Anggaran