Refleksi HAN 2024, LPA : Perlindungan Anak Belum Menjadi Komitmen Bersama, Deliserdang ‘Juara’ di Sumut

El-Khair - Selasa, 23 Juli 2024 23:29 WIB
Refleksi HAN 2024, LPA : Perlindungan Anak Belum Menjadi Komitmen Bersama, Deliserdang ‘Juara’ di Sumut
dok.analisamedan.com


Karena itu pula, LPA Deliserdang mengeritik, momentum HAN ke-40 tahun 2024 jangan dijadikan seremonial belaka tanpa keseriusan memutus mata rantai penyebab kejahatan terhadap anak.

Deliserdang 'Juara' Sumut

Secara khusus Junaidi Malik mengaku sedih dan kecewa. Pasalnya Deliserdang yang sudah dicanangkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dan berada dalam kategori Madya, justru menjadi 'juara' dengan jumlah kasus kekerasan anak tertinggi di Sumatera Utara (Sumut).

Dari data yang dilansir Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) yang pendataannya mulai 1 Januari sampai per 23 Juli 2024, terungkap Deliserdang berada di urutan teratas disusul Kabupaten Asahan urutan kedua dan Kota Medan urutan ketiga.

"Kepada Bapak Penjabat Bupati Deliserdang, dengan hormat kami sampaikan ini kenyataannya. Andai pun Bapak tidak peduli kepada anak-anak Deliserdang, kami akan tetap berjuang untuk melindungi anak-anak Deliserdang," tegas Junaidi.

Junaidi Malik secara khusus juga meminta Menteri PPPA RI untuk melakukan evaluasi kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) atas kinerja mereka untuk melaksanakan teknis operasional dalam memberikan layanan khusunya bagi anak yang mengalami masalah kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus dan masalah lainnya.

"Maafkan kami anak-anak Deliserdang. Namun kami akan terus tetap berjuang untuk anak-anak Deliserdang lebih maju dan sejahtera dengan memutus mata rantai kejahatan. Karena bagi kamim melindungi anak bela negara," tandas Junaidi.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru