Seleksi Pejabat Gagal, Korupsi Mengakar: Skandal Dua Kepala Dinas Bongkar Rapuhnya Sistem Tata Kelola Pemerintahan
analisamedan.com -Penetapan dua kepala dinas di Medan dan Sumatera Utara sebagai tersangka korupsi kembali memunculkan ironi besar dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Jabatan strategis yang seharusnya ditempati figur berintegritas justru diisi pejabat dengan rekam jejak bermasalah. Kondisi ini menjadi sinyal keras bahwa sistem seleksi pejabat publik masih rapuh dan sarat kepentingan.
Kasus yang menyeret Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Erwin Saleh, menjadi salah satu contoh paling menonjol. Baru beberapa bulan menjabat, ia terseret dugaan korupsi pada kegiatan Medan Fashion Festival 2024. Proyek senilai Rp4,85 miliar itu diduga menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp1,1 miliar. Penyimpangan terjadi mulai dari prosedur pengadaan, pemilihan pelaksana tanpa standar teknis, hingga pembayaran yang tidak sesuai kontrak.
Ironisnya, pada saat proyek berlangsung, Erwin menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Fakta ini memperlihatkan bahwa indikasi masalah telah muncul jauh sebelum ia dipromosikan menjadi kepala dinas. Namun proses seleksi jabatan tak mampu menyaringnya.
Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Sabu Lintas Daerah, Tiga Pria Diamankan
Dr. Bakhrul: Bahas “Tobat Ekologis Perspektif Sosial” Pada Seminar Nasional UISU
Bebas dari Penjara, Residivis di Tembung Kembali Ditangkap dalam Kasus Narkoba
David, Hamdani dan Monang Gabe Raih Posisi Terbaik Turnamen Catur SIWO PWI 2026
Menteri Wihaji Lantik Ari Armawan sebagai Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut