Deflasi Warnai Kinerja Inflasi Wilayah KPwBI Pematangsiantar pada November 2025
Situasi serupa terjadi di Kabupaten Labuhanbatu, di mana cabai merah menyumbang deflasi hingga -0,66%, diikuti tomat (-0,32%) dan bahan bakar rumah tangga (-0,19%). Di sisi lain, ikan kembung (0,15%), telur ayam ras (0,12%), dan ikan gabus (0,04%) menjadi komoditas penyumbang inflasi.
Normalisasi harga cabai merah menjadi faktor kunci yang membantu menahan tekanan inflasi lebih jauh, setelah pasokan komoditas tersebut kembali stabil pascagangguan yang terjadi pertengahan tahun.
Serangkaian Upaya Pengendalian Inflasi
Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait terus memperkuat koordinasi. Sepanjang November 2025, berbagai langkah konkret dilakukan guna mengantisipasi tekanan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
Salah satu kegiatan strategis tersebut adalah High Level Meeting TPID SISIBATASLABUHAN yang digelar di Niagara Parapat pada 13 November 2025. Pertemuan ini difokuskan pada penyusunan langkah pengendalian inflasi yang tepat sasaran.
Selain itu, HLM TPID Kota Pematangsiantar juga dilaksanakan pada 24 November 2025 di Gedung BI untuk membahas kesiapan pengendalian harga di wilayah kota.
BI juga menggelar FGD Program MBG Sumatera Utara bersama Badan Gizi Nasional, ahli gizi, chef, dan Bulog pada 28 November 2025. Pertemuan ini membahas menu bulanan program MBG yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan komoditas penyumbang inflasi.
Di sektor hulu, KPwBI Pematangsiantar melaksanakan program contract farming melalui pemberian bibit cabai merah kepada petani di Kota Pematangsiantar pada 25 November 2025. Langkah ini menjadi strategi penting untuk memastikan pasokan cabai merah tetap terjaga sekaligus menstabilkan harga di pasar.
Prospek Inflasi Desember: Tekanan Diprediksi Meningkat
Meski deflasi terjadi pada November, tekanan inflasi diperkirakan meningkat pada Desember 2025. Permintaan masyarakat yang melonjak menjelang HBKN, tingginya mobilitas wisatawan hingga Januari, serta persiapan memasuki Ramadan dan Idul Fitri pada triwulan I 2026 diproyeksikan menjadi pendorong inflasi.
Tidak hanya itu, curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir berpotensi menurunkan produksi beberapa komoditas hortikultura akibat rusaknya sejumlah lahan pertanian. Kondisi tersebut dapat membatasi pasokan dalam waktu dekat, sehingga mendorong risiko inflasi.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan komoditas tetap terjaga menjelang periode puncak konsumsi masyarakat. (frans)
Konta ke-81 Ditutup, GMI Wilayah I Fokuskan Inovasi Pelayanan dan Pembinaan Generasi Muda
Santri Madrasah Aliyah Bina Santri Medan 100 Persen Masuk PTN
UMA dan Pemko Binjai Teken Kemitraan Strategis, Dorong Transformasi SDM hingga Hilirisasi Inovasi untuk Kota Maju
Mahasiswa Binus Kunjungi Pelindo Belawan, Pelajari Peran Pelabuhan dalam Perdagangan Global
20-21 Juni Ada Turnamen Truf di Medan, Berhadiah Jutaan Rupiah