Hadapi Potensi Inflasi, BI Gelar Gerakan Pasar Murah
"Diakibatkan cuaca yang ekstrim beberapa hari ini harga cabai dan padi di pasar naik. Hal itu dikarenakan turun hasil panen dan produksi padi dan cabai," ujar Muqorrobin.
Adapun BI sendiri menargetkan rentang inflasi pada kisaran 3 persen ±1 persen pada akhir tahun 2023, yang mana pada akhir tahun, aktivitas masyarakat meningkat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru 2024, yang juga disusul dengan belanja Pemilu 2024.
Menanggapi kepala perwakilan BI , Esron Sinaga Sekda Kabupaten Simalungun selaku ketua harian TPID mengatakan bahwa mereka selalu mengikuti arahan Mendagri dan Bank Indonesia dalam menjaga produksi, distribusi dan konsumsi pangan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.
Namun, kondisi Kabupaten Simalungun ditantang dengan hujan yang mengguyur nyaris setiap hari dan mahalnya harga pupuk.
"Dimusim hujan ini yang terganggu itu tanaman cabai. Kita ini kalau tak makan cabai rasanya tak pas pula. Masalah kita yang lain itu adalah harga pupuk yang mahal dan pupuk subsidi yang terbatas," kata Esron Sinaga.
Keluhan Esron Sinaga ini pun diamini oleh perwakilan pemerintah daerah lainnya. Hendra Simamora, Kabag Perekonomian Setdako Pematang Siantar. Ia menyebut segala upaya telah dilakukan untuk menjaga agar harga sembako tak naik seperti pasar murah, sidak pasar dan operasi pasar lainnya.
Sementara itu, Asisten II Setdakab Batubara Radyansyah F Lubis mengatakan bahwa pemerintahnya terus berupaya agar kucuran bantuan sosial BLT diterima tepat pada orangnya sehingga menjaga daya beli kebutuhan pokok.
Indomobil Expo Medan Perkenalkan Tiga Merek Kendaraan Listrik Baru
USU Hadirkan Blower Aerasi Tanam, Bantu Pulihkan Tambak Warga Klambir V Kebun Pascabanjir
Bu Guru Desi Yang "Cubit" Siswa di Tapsel Dinonaktifkan dan Siswa Pindah Sekolah. Berikut Kronologinya Lengkapnya
Konsorsium Angkutan Massal Mebidang Desak Pemerintah Terbuka
Begal Mengganas, Warga Sambirejo Timur Resah