Perwiritan Perempuan Desa Wonosari Diajak Kreatif Tingkatkan Ekonomi
analisamedan.com - Ratusan jemaah perwiritan perempuan Desa Wonosari, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, diajak untuk kreatif dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga dengan memanfaatkan pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 yang berlangsung 8-20 September 2024 mendatang.
Ajakan itu disampaikan istri mantan Bupati Deliserdang Hj Sri Pepeni Yusuf Siregar pada Pengajian Massal di masjid Arrahman, Jalan Pakuasi, Dusun 10, Desa Wonosari, Kecamatan Tanjungmorawa, Rabu (24/7).
Sri Pepeni mengungkapkan, Kabupaten Deliserdang akan menjadi pintu masuk bagi atlit dan official kegiatan PON) ke-21 yang melibatkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) sebagai tuan rumah pelaksanaan even nasional bergengsi tersebut.
Deliserdang merupakan salah satu kabupaten yang menjadi tempat perhelatan tersebut sehingga seluruh masyarakat diharapkan berperan serta menyukseskannya terutama kaum perempuan di Desa Wonosari.
"Saya berharap, ibu ibu bisa menciptakan dan memasarkan produk produk baik itu pekerjaan tangan, olah makanan dan lain-lainnya dari daerah kita masing masing. Sehingga bisa menjadi tambahan pendapatan ekonomi bagi keluarga kita pada saat PON nanti," ucapnya.
Sri Pepeni juga mengungkapkan, Deliserdang punya lokasi untuk memasarkan usaha yang sudah disediakan pemerintah seperti, Pusat Pengembangan Produk Unggulan Daerah (P3UD) yang bisa menjadi tempat menitipkan hasil karya usaha untuk dipasarkan.
Hindari Kredit Uang
Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Wonosari mengajak jemaah untuk menghindari praktik pinjaman (kredit) uang yang saat ini sedang marak di tengah tengah masyarakat dan kian meresahkan dalam kehidupan berumahtangga.
Suparman mengajak kaum ibu perwiritan untuk mencari tambahan atau pemasukan guna mendongkrak perekonomian rumah tangga lewat ekonomi kreatif lainnya dengan tidak terliat dalam pinjaman uang yang dikelola badan usaha tertentu yang justru meresahkan kehidupan rumah tangga.
"Saya berharap, ibu ibu untuk sebisa mungkin menghindari yang namanya kredit-kredit uang yang sedang beredar di tengah tengah masyarakat. Kredit kredit uang itu dikelola badan usaha yang akhirnya bisa merusak perekonomian dalam rumah tangga kita sendiri," ucapnya.
Seperti gayung bersambung, Ketua Majelis Taklim Al-fatih Sumatera Utara Ustaz H Ferry Saptadiputra dalam ceramahnya juga memaparkan pandangan agama yang mengharamkan praktik kredit uang yang dikenal dengan riba atau membungakan uang.
"Saya mau menyambung yang disampaikan Pak Kades tadi terkait kredit uang. Perlakuan itu dalam Alquran adalah haram. Jadi jangan pernah kita membungakan uang, baik itu yang memberikan atau yang menerima kredit uang adalah perbuatan dosa," tegasnya.
Pengajian massal diikuti ratusan jemaah perwiritan kaum perempuan Desa Wonosari dipandu Puri Rahayu dan ditutup doa Sutaz Ferry Saptadiputra serta saling bersalaman guna menguatkan silaturahim.
Hatunggal Siregar Pimpin KONI Sumut
Musorprov KONI Sumut Dibuka PJ Sekda, Target PON 2028 Diungkap
Atlet Sumut Peraih Medali PON dan Peparnas Girang, Terima Bonus Tanpa Dipotong Pajak
Buka Raker KONI, Kadispora Sumut: Sabar, Bonus Peraih Medali PON Cair Februari 2025
Kaum Ibu Istiqomah Dukung Pasangan Yusuf-Bayu