Petani Kopi Gayo Didorong Kuasai Branding Digital untuk Tembus Pasar Lebih Luas
Ia menambahkan, pemasaran berbasis digital memungkinkan petani menjual kopi dengan nilai tambah yang lebih tinggi. "Melalui cerita produk, kemasan yang menarik, dan komunikasi yang konsisten di media digital, kopi tidak lagi dijual sebagai komoditas semata, tetapi sebagai produk dengan identitas dan karakter," kata Adelina.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan praktik. Banyak petani mengaku memperoleh wawasan baru tentang cara memposisikan Kopi Gayo di pasar modern yang kompetitif, sekaligus memahami pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara akademisi dan petani dalam mendorong transformasi pemasaran Kopi Gayo Takengon. Dengan penguasaan branding dan digital marketing, Kopi Gayo diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Tim PkM UMA Dorong Petani Kopi Sidamanik Terapkan Zero Waste Integrated System
Aktivis Lingkungan Minta Pemkab Deliserdang Lebih Serius Mengelola Sampah
JNE Raih Penghargaan Golden Brand of The Year dan Digital Popular Brand Award 2026
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital
Peringati Hari Bumi 2026, KAI Divre I Sumut Ajak Pelanggan Beralih ke Layanan Digital Access by KAI