Petani Kopi Gayo Didorong Kuasai Branding Digital untuk Tembus Pasar Lebih Luas
analisamedan.com -Tantangan memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual Kopi Gayo di tengah persaingan global mendorong akademisi turun langsung membekali petani dengan strategi branding dan digital marketing. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Strategi Branding dan Digital Marketing untuk Memperluas Jangkauan Pasar Kopi Gayo Takengon, yang digelar pada 24 November 2025.
Kegiatan ini menyasar petani kopi Gayo sebagai aktor utama penggerak ekonomi daerah. Para peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya membangun identitas merek yang kuat, mulai dari penentuan branding produk, storytelling asal-usul kopi, desain kemasan, hingga menjaga konsistensi kualitas sebagai modal kepercayaan pasar.
Tim pelaksana yang terdiri dari Dr. Adelina Lubis, SE, M.Si; Muslim Wijaya, SE, M.Si; dan Raudha Anggraini Tarigan, SP, MP menghadirkan materi yang aplikatif dan mudah diterapkan. Selain penguatan branding, petani juga diperkenalkan pada strategi digital marketing melalui pemanfaatan media sosial, marketplace, dan konten visual untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Dr. Adelina Lubis, SE, M.Si, salah satu anggota tim PkM, menegaskan bahwa keunggulan cita rasa Kopi Gayo harus diimbangi dengan kemampuan memasarkan produk secara tepat. "Kopi Gayo memiliki kualitas yang diakui dunia, namun tanpa branding dan promosi digital yang kuat, potensi tersebut tidak akan maksimal dirasakan oleh petani," ujarnya.Rabu (7/1/2026)
Ia menambahkan, pemasaran berbasis digital memungkinkan petani menjual kopi dengan nilai tambah yang lebih tinggi. "Melalui cerita produk, kemasan yang menarik, dan komunikasi yang konsisten di media digital, kopi tidak lagi dijual sebagai komoditas semata, tetapi sebagai produk dengan identitas dan karakter," kata Adelina.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan praktik. Banyak petani mengaku memperoleh wawasan baru tentang cara memposisikan Kopi Gayo di pasar modern yang kompetitif, sekaligus memahami pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara akademisi dan petani dalam mendorong transformasi pemasaran Kopi Gayo Takengon. Dengan penguasaan branding dan digital marketing, Kopi Gayo diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Tim PkM UMA Dorong Petani Kopi Sidamanik Terapkan Zero Waste Integrated System
Aktivis Lingkungan Minta Pemkab Deliserdang Lebih Serius Mengelola Sampah
JNE Raih Penghargaan Golden Brand of The Year dan Digital Popular Brand Award 2026
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital
Peringati Hari Bumi 2026, KAI Divre I Sumut Ajak Pelanggan Beralih ke Layanan Digital Access by KAI