Medan Combat Championship Hadir di Plaza Medan Fair
analisamedan.com - Warga Medan pencinta olahraga 'Mix Martial Arts' atau MMA, jangan lewatkan gelaran "Medan Combat Championship Vol.1 yang diselenggarakan Ryu Dojo Martial Arts Centre Medan di Pelataran Utara Plaza Medan Fair, Senin (16/2).
Acara bakal seru banget. Karena selain menampilkan 'Pro Fighter' bakal ada 'Influencer Fight', 'Executive Fight', 'Amatir Fight' hingga 'Kids Fight'. Ada 15 pertandingan yang akan digelar mulai pukul 15.00 WIB hingga 20.00 WIB dan yang pastinya gratis.
Dedi Dwi Putra, Owner Ryu Dojo Martial Arts Centre Medan mengatakan acara ini menjadi wadah untuk menyalurkan bakal atlet mix martial arts di Sumut. "Selama ini MMA ini selalu terpusat di Jawa tapi 'bahan bakarnya' dari Sumatara Utara. Sehingga alangkah baiknya acara ini digelar di Kota Medan. Sehingga bisa menjaring bakat-bakat muda," ujar Dedi Dwi Putra.
Acara ini juga menjadi media edukasi bahwa MMA bukan hanya soal olahraga fisik 'berdarah-darah', tetapi juga entertain yang bisa diikuti oleh bocah hingga orangtua. Selain itu juga jadi wadah anak muda yang ingin serius menekuni dunia MMA untuk unjuk kemampuan.
Berikut beberapa line up pertandingan yang akan tersaji, diantaranya : Jihan Munthe VS Jihan Anwar di Influencer Fight, Christian (La Denta) VS Safridoli (PLN Sumut) untuk Executive Fight. Prima VS Inggil dan Raihan VS Muhtar Ali di MCC Pro Fighter. Raihan VS Muhtar Ali di Woman Fight, Jidame Purba VS Jodiyansyah, Filanus Hulu Vs Difya Anugrah, Pratama Abimanyu Vs Immanuel Hutagalung, Monang Soaloon Sirait Vs Jonathan Siagian, Abi Wahyu Sinaga Vs Ahmad Rifaldi, Fatir, Aulia Rahman Vs Satria Adhitama, Ragam Ade Vs Ricky di Man Fight. Tak ketinggalan di Kids Fight ada Jojo Vs Hanif
Farel Vs Jeshoa. Seluruh atlet yang terlibat, selain dari medan, berasal dari Padang, Tanjungbalai, dan lain sebagainya.
Dedi Dwi Putra juga menambahkan, sudah beberapa kali event MMA diadakan di Medan, namun pada event kali ini Ryu Dojo ingin mengedepankan inklusifitas dan unsur olahraganya dibanding hiburannya. Serta berkomitmen acara MCC akan dibuat secara regular. Sehingga dapat memantau perkembangan para peserta, serta akan dilibatkan pada pelaksanaan kejuaraan selanjutnya.
"Semua unsur dan usia terlibat. Image MMA itu kita coba ubah agar bisa dinikmati berbagai unsur dan ingin merangkul semuanya. Kita mulai, kelas amatir, anak-anak, perempuan, influencer, executive hingga pro," katanya.
Peserta tertua dalam event ini adalah Safridoli, berusia 54 tahun. Ia mengaku sudah 25 tahun aktif mengikuti olahraga MMA.
Menurutnya MMA bukan hanya sekadar untuk beladiri, namun memberi banyak manfaat. (ferdy)
Yupiland Jelajah Negeri Memberi Petualangan dan Keceriaan di Medan