Sepekan, Polrestabes Medan Ungkap 61 Kasus Kriminal, 87 Tersangka Diringkus
Lebih lanjut, Kapolrestabes juga menyoroti keterkaitan narkoba dengan tindak kejahatan jalanan. "Banyak pelaku kejahatan ini yang sebelum beraksi terlebih dahulu mengkonsumsi sabu paket hemat. Ini perlu diantisipasi bersama," tambahnya.
Terkait maraknya pencurian logam atau "rayap besi", Calvijn menegaskan bahwa kejahatan ini terjadi karena adanya rantai pasokan dan permintaan (supply and demand) di lapangan. "Harga standar barang bekas di pasaran biasanya Rp4.000 sampai Rp6.000 per kilogram. Barang hasil curian ini dijual ke penadah, yakni panglong dan gudang butut yang beroperasi pada malam hari hingga subuh," ungkapnya.
"Hasil survei kami, ada dua tempat yang sudah kami periksa, yaitu gudang butut dan panglong. Kami imbau agar mereka memanfaatkan usahanya secara legal. Jangan menjadi penadah barang curian," tegasnya.
Kapolrestabes menegaskan, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku maupun penadah. "Jika nanti kita buktikan penadah tidak bisa membuktikan asal-usul barangnya legal, akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya. (Bardan)
Kandang Ayam Jadi Kedok Gudang Ganja, Polisi Sita 18 Kilogram
Polrestabes Medan Bongkar Dua Gudang Narkoba, Sita Barang Bukti Miliaran Rupiah
Polrestabes Medan Kembali Cek Barak Selambo, Temukan Plastik Klip dan Jejak Judi
Dua Pria Diduga Edarkan Ekstasi, Polisi Bongkar Jejak Geng Motor di H Anif
Polrestabes Medan Tanam Ribuan Bibit Pohon di Kawasan Jermal, Dukung Program Green Policing