Blackout dan Efek Domino: Pentingnya Protokol Komunikasi Krisis yang Terintegrasi

Oleh: Roynanda Sinaga, M.I.Kom (Pemerhati kebijakan publik)
Gustan Pasaribu - Senin, 25 Mei 2026 15:48 WIB
Blackout dan Efek Domino: Pentingnya Protokol Komunikasi Krisis yang Terintegrasi
dokumenanalisamedan.com

Pentingnya Protokol Komunikasi Krisis Terintegrasi

Peristiwa blackout Sumbagut menunjukkan bahwa penanganan krisis tidak bisa hanya dibebankan kepada perusahaan penyedia listrik. Dibutuhkan protokol komunikasi krisis yang melibatkan berbagai lembaga secara terpadu.

1. Integrasi Antar-Lembaga
Komunikasi publik harus berada dalam satu jalur koordinasi yang melibatkan perusahaan listrik, pemerintah daerah, kepolisian, hingga kementerian terkait. Informasi yang berbeda-beda antarinstansi hanya akan memperbesar kebingungan masyarakat.

2. Integrasi Multi-Kanal Informasi
Krisis tidak boleh hanya ditangani melalui media sosial atau internet. Saat jaringan digital terganggu, pemerintah harus memiliki alternatif komunikasi darurat seperti radio, mobil informasi keliling, hingga pengeras suara fasilitas publik untuk menyampaikan perkembangan situasi kepada masyarakat.

3. Kepastian Waktu Pemulihan
Hal paling dibutuhkan publik saat blackout bukan sekadar penjelasan teknis, melainkan kepastian kapan listrik akan kembali normal. Estimasi pemulihan yang disampaikan secara berkala dapat membantu masyarakat mengatur aktivitas dan mengurangi kepanikan.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru