Blackout dan Efek Domino: Pentingnya Protokol Komunikasi Krisis yang Terintegrasi

Oleh: Roynanda Sinaga, M.I.Kom (Pemerhati kebijakan publik)
Gustan Pasaribu - Senin, 25 Mei 2026 15:48 WIB
Blackout dan Efek Domino: Pentingnya Protokol Komunikasi Krisis yang Terintegrasi
dokumenanalisamedan.com

Transparansi Menjadi Kunci Kepercayaan Publik

Dalam banyak kasus, instansi terkait cenderung defensif saat menghadapi krisis karena khawatir terhadap citra buruk atau tuntutan publik. Padahal dalam komunikasi krisis, transparansi justru menjadi alat mitigasi paling efektif.

Masyarakat akan lebih mudah menerima gangguan teknis apabila mereka merasa dilibatkan melalui komunikasi yang terbuka dan manusiawi. Bahasa teknis yang rumit sering kali gagal menjawab keresahan publik.

Warga yang mengalami pemadaman tidak membutuhkan istilah teknis transmisi atau beban puncak listrik. Mereka membutuhkan empati, penjelasan sederhana, dan kepastian situasi.

Kepercayaan Publik Tidak Bisa Dipulihkan Seketika

Kerusakan teknis mungkin dapat diperbaiki dalam hitungan jam, tetapi memulihkan kepercayaan publik membutuhkan waktu jauh lebih panjang. Krisis blackout di Sumbagut harus menjadi momentum evaluasi nasional bahwa pembangunan infrastruktur energi harus berjalan beriringan dengan pembangunan sistem komunikasi publik yang tangguh.

Investasi tidak cukup hanya pada jaringan kabel dan pembangkit listrik, tetapi juga pada infrastruktur informasi yang mampu menjaga ketenangan masyarakat saat krisis terjadi. Karena pada akhirnya, di tengah gelapnya kota akibat blackout, informasi yang cepat, akurat, dan transparan adalah cahaya utama yang mampu menjaga stabilitas sosial dan kepercayaan publik.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru