Dari Arena Halaqah Ulama NU, Dr H Maratua Simanjuntak : Mustafa Husein Pendiri NU di Sumatera Utara
Riwayat Kegiatan Mustafa Husein
1. Tahun 1901 - Berangkat ke Mekkah, Menunaikan ibadah haji tahun 1913 H, setelah wukuf di Arafah, nama Muhammad Yatim berganti nama Mustafa Husein di Mina.
2. Tahun 1914 : Dari Mekkah kembali ke Mandailing
3. Tahun 1915 : Banjir di Tano Bato, hijrah ke Purba Baru
4. Tahun 1915 : Menjadi Ketua Syatikat Iskam Cabang Tano Bato
5. Tahun 1930 : Atas anjuran Syekh Mustafa Husein berdirilah Persatuan Muslim Tapanuli (PMT) di Padangsidimpuan, Mustafa Husein sebagai ketua Majelis Syar'i.
6. Tahun 1936 : Menghadiri Kongres Pertama Al Jam'iyatul Washliyah dan diangkat menjadi penasehat Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah.
7. Tahun 1939 : Atas Inisiatif dan anjuran Syekh Mustafa Husein dibentuk Al-Ittihadul Al- Islamiyah (AII) yang merupakan perkumpulan alumni Mustafawiyah Purba Baru.
8. Tahun 1940 : Kongres Pertama AII dihadiri 62 Cabang-Purba Baru. AII ini yang menjadi dasar berdirinya Nahdlatul Ulama Sumatera Utara di Padangsidimpuan tahun 1947.
9. Tahun 1954 : Menghadiri rapat Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta.
Pasca Insiden di Perbaungan, KAI Divre I Sumut Perkuat Upaya Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Stasiun Perlanaan: Topang Mobilitas Warga Simalungun Bagian Timur dan Mendorong Roda Ekonomi
KAI Divre I Sumut Siagakan Pos Kesehatan di Empat Stasiun Utama, Hadirkan Perjalanan Kereta Api yang Aman dan Nyaman
Delapan Wajah Menuju Tambakeras : Membaca Peta Kekuatan Calon Ketua Umum PBNU
Ini Alasan KH Bahauddin Mundur dari Rois PWNU Sumut, Posisi Diisi KH Abdul Hamid Ritonga