Dr Mulyadi Pimpin PCNU Kota Tanjungbalai Melaui Konfercab IX, H Hajarul sebagai Rois Suriyah
analisamedan.com - H Hajarul Aswadi SPdi terpilih sebagai Rois Suryah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tanjungbalai priode 2023-2028. Sedang Dr Mulyadi MHI terpilih sebagai Ketua Tanfiziah PCNU Kota Tanjungbalai, melalui Konferensi Cabang IX di salah satu rumah makan di Kota Tanjungbalai, Sabtu (22/7/2023) malam.
Konferensi dihadiri Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, KH Marahalim Harahap, M.Hum, dan Sekretaris H Zulkifli Sitorus MA.
Saat membuka konferensi, Sekretaris PWNU Sumut, H Zulkifli Sitorus menyampaikan, konferensi yang digelar diharap berjalan kondusif dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membesarkan NU di Kota Tanjungbalai.
Setelah dibuka, konferensi dilanjutkan dengan sidang pleno I hingga IV. Pada sidang Pleno III dalam agenda pemilihan Rois, terpilih H Hajarul Aswadi SPdi, dan Ketua Tanfiziah PCNU Kota Tanjungbalai Dr Mulyadi M.HI masa khidmat 2023-2028.
Pantauan wartawan, awalnya rencana kegiatan konferensi dilangsungkan di pendopo Rumah Dinas Walikota Tanjungbalai.
Namun sebelum acara dimulai terjadi insiden aksi penurunan sepanduk konferensi yang terpasang di dalam pendopo. Seorang wanita yang merupakan sebagai protokoler walikota dengan empat orang pria maju ke depan panggung acara dan berusaha membuka spanduk. Alasannya karena di spanduk tidak ada poto Walikota Tanjungbalai.
"Sudah dikasih tempat dan makan gratis, pasang poto walikota saja tidak mau," omel wanita itu sambil meninggalkan pendopo.
Setelah terjadi dialog antara panitia dan protokoler dan akhirnya spanduk tidak jadi copot.
Tragedi lainnya, awalnya Walikota Tanjungbalai H Waris Tholib S.Ag,MM akan menghadiri langsung kegiatan konferensi. Namun sesaat Ketua PWNU Sumut tiba di rumah dinas, walikota malah pergi dari pintu lain keluar dari area rumah dinas. Diperoleh konfirmasi dari salahsatu ajudan walikota, bahwa walikota menghadiri undangan sebentar, meminta peserta dan undangan konferensi menunggu.
Konfirmasi lain yang diperoleh wartawan kepergian walikota atas saran sejumlah orang mengatasnamakan mantan pengurus PCNU Kota Tanjungbalai agar tidak hadir pada acara konferensi.
Setelah beberapa saat menunggu, salah seorang ajudan walikota menyampaikan kepada panitia bahwa walikota tidak bisa hadir karena waktunya berbenturan dengan acara penutupan festival nasyid di kota itu. Sebagai penggantinya walikota mengutus inspektorat untuk menghadiri konferensi.
Melihat situasi tidak kondusif, maka Ketua Panitia Konferensi Dr Mulyadi, didampingi Karteker PCNU Kota Tanjungbalai dan sejumlah pengurus PWNU Sumut menyampaikan kepada tamu undangan bahwa Konferensi Cabang NU Kota Tanjungbalai direlokasi.
Setelah itu panitia merelokasi kegiatan di salahsatu restoran di Kota Tanjungbalai dihadiri lima Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dari 6 MWC yang ada di Kota Tanjungbalai.
Konferensi berjalan kondusif yang juga dihadiri ketua demisioner PCNU Kota Tanjungbalai Hasbullah SE MM.
Belum diperoleh keterangan resmi dari walikota alasan membatalkan menghadiri acara Konferensi PCNU Kota Tanjungbalai.