Jangan Jadikan Anak Kelinci Percobaan MBG
Keempat, tekanan politik. MBG digadang-gadang sebagai program mercusuar pemerintah. Maka, angka penerima dijadikan trofi untuk pamer pencapaian, sementara kesiapan teknis kerap diabaikan.
Keracunan fisik memang bisa sembuh dalam hitungan hari. Namun, luka psikologis bisa jauh lebih lama. Anak-anak bisa kehilangan kepercayaan, bukan hanya kepada sekolah, tetapi juga kepada negara. Pertanyaan polos seorang bocah "Kenapa makanan gratis bikin sakit?" adalah tamparan moral bagi pemerintah.
Psikolog memperingatkan bahwa trauma semacam ini bisa memengaruhi pola makan, kesehatan mental, hingga prestasi akademik anak. Jika dibiarkan, generasi yang seharusnya diselamatkan dari stunting justru berhadapan dengan rasa takut baru: takut makan siang.
Berbagai pihak menilai, pemerintah tidak bisa lagi menutup kasus ini dengan angka persentase. Koreksi mendasar mutlak dilakukan: Menghentikan dapur bermasalah hingga evaluasi tuntas, Melakukan audit independen dengan transparansi penuh, Menyesuaikan anggaran agar kualitas gizi dan kebersihan terjamin, Memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak korban.
Tragedi Bocah SD di NTT, Sutarto Serukan Kepedulian Sosial dan Evaluasi Sistem Pendidikan
Kaper BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba
Korban Keracunan MBG Makin Masif, Farid Wajdi: Hukum Tak Boleh Diam
Junaidi Malik : Sosok Soleh Masih Dibutuhkan Memimpin Alwashliyah Deliserdang
Sultan Serdang : Sayangi Anak, Hormati Orang Tua