KIsah 3 Penyuluh Agama Kristen dari Kemenag Nias Telusuri Pedalaman Pulau Nias Berjalan Kaki
Sudi Agusriang Harefa menceritakan , Selasa (25/2/2025) bahwa perjalanan kami menuju desa Lolo'ana'a Kecamatan Gido dengan menggunakan kendaraan roda 2. Sebagian akses jalannya tidak bisa dilalui oleh kendaraan sehingga kami harus menitipkan kendaraan di rumah warga yang merupakan batas jalan yang bisa dilalui kendaraan. Untuk sampai di Kantor Desa Lolo'ana'a sebagai tempat pelaksanaan penyuluhan tidaklah mudah karena harus memiliki tenaga yang ekstra dan fisik yang kuat karena akses jalan yang ditempuh dengan jalan kaki kurang lebih sejauh 3 Km.
"Untuk sampai di desa ini kita harus jalan kaki dikarenakan jalannya masih berbatu dan melewati dua aliran sungai yang sudah diberi titian yang sifatnya darurat serta masih ada jalan setapak yang harus dilewati. Rumah warganya tidak padat namun jaraknya berjauhan dan kami melihat di desa Lolo'ana'a Kecamatan Gido dimana aliran listrik masih belum dinikmati oleh warga sekitar," lanjutnya.
Ia menuturkan, meskipun perjalanan yang harus ditempuh sangat sulit, namun kami bersyukur sudah bisa menunaikan tugas di desa Lolo'ana'a. Semua itu menjadi tantangan bagi kami sebagai penyuluh agama Kristen yang bertugas untuk menyampaikan pembinaan Agama agar masyarakat dapat mengalami pertumbuhan Iman.
Pengurus BKM Masjid Al Badar/Al Badar Center Periode 2026-2031 Dikukuhkan
300 Hari Kepemimpinan Jean Calvijn, Polrestabes Medan Klaim Kejahatan Jalanan Turun 15 Persen
Kakanwil Kemenag Sumut Kukuhkan Agen Perubahan, Bawa Misi Transformasi
Ahmad Qosbi: Penghulu Harus Tingkatkan Kompetensi dan Terus Berinovasi
Konta ke-81 Ditutup, GMI Wilayah I Fokuskan Inovasi Pelayanan dan Pembinaan Generasi Muda