KIsah 3 Penyuluh Agama Kristen dari Kemenag Nias Telusuri Pedalaman Pulau Nias Berjalan Kaki
Sudi Agusriang menyatakan bahwa pelayanan di desa Lolo'ana'a ini menjadi memori kehidupan yang tidak bisa dilupakan. Melayani di desa ini sungguh banyak suka duka yang dijalani mengingat perjalanan yang harus ditempuh. Hal ini menjadi pengalaman menarik mengingat melayani diwilayah tertinggal, terdepan dan terluar akan menjadi motivasi dalam berinovasi untuk bisa berkolaborasi dengan masyarakat setempat.
"Melayani di desa Lolo'ana'a sangat berkesan mengingat antusias masyarakat yang siap menerima pelayanan kami melalui pengarahan, pembinaan lewat bahasa agama," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama Yuli Darmawati Zai yang ikut bersama-sama melaksanakan penyuluhan di desa Lolo'ana'a ini menyatakan bahwa sebagai penyuluh Agama harus setia dengan tugas dan tanggungjawab. Walaupun dengan perjuangan untuk menempuh medan perjalanan yang sangat menantang karena harus melewati gunung dan lembah dengan jalan kaki dan harus melewati sungai.
Pengurus BKM Masjid Al Badar/Al Badar Center Periode 2026-2031 Dikukuhkan
300 Hari Kepemimpinan Jean Calvijn, Polrestabes Medan Klaim Kejahatan Jalanan Turun 15 Persen
Kakanwil Kemenag Sumut Kukuhkan Agen Perubahan, Bawa Misi Transformasi
Ahmad Qosbi: Penghulu Harus Tingkatkan Kompetensi dan Terus Berinovasi
Konta ke-81 Ditutup, GMI Wilayah I Fokuskan Inovasi Pelayanan dan Pembinaan Generasi Muda