Yazid, Jemaah Termuda Kloter 09 KNO: Haji Muda, Hati Tua Penuh Berkah
Sebagai jemaah termuda, Yazid bukan hanya sibuk menjalankan ibadah. Ia justru menjadi penopang bagi banyak jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Ia sering terlihat mendorong kursi roda, membantu saat tawaf, sa'i, hingga mempersiapkan konsumsi jemaah. "Mungkin karena saya masih muda dan bertenaga, Allah mudahkan saya untuk membantu mereka," katanya rendah hati.
Yazid mengaku, semangat melayani orang lain itu berasal dari didikan orang tuanya. Sejak kecil, ia diajarkan untuk selalu bermanfaat bagi sesama. "Prinsip hidup saya: kalau kita mampu, sehat, dan kuat, maka berbagilah. Hidup itu harus berguna," tegasnya.
Perjalanan haji Yazid juga penuh dengan momen-momen spiritual yang menyentuh. Meski fisiknya sempat terasa lemah usai menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Yazid merasakan keajaiban saat akan bertawaf di hadapan Ka'bah. "Saya berdoa agar dimudahkan. Tiba-tiba, tubuh terasa ringan dan kuat. Saya bisa menyelesaikan tawaf dengan lancar meski dikelilingi kerumunan besar," ungkapnya, matanya berkaca-kaca.
UMA dan Pemko Binjai Teken Kemitraan Strategis, Dorong Transformasi SDM hingga Hilirisasi Inovasi untuk Kota Maju
356 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Medan Disambut Haru di Ahmed
Satresnarkoba Polrestabes Medan Ungkap Dugaan Produksi Ulang Vape Mengandung Narkotika, Tiga Orang Diamankan
Dosen Fakultas Vokasi USU Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK Negeri 7 Medan Melalui Program Pengabdian Masyarakat
Fraksi Golkar Pertanyakan Realisasi Pendapatan dan Belanja APBD Kota Medan 2025