Jelang Armuzna, Kloter 12 KNO Perketat Bimbingan Ibadah Haji

Gustan Pasaribu - Kamis, 05 Juni 2025 17:14 WIB
Jelang Armuzna, Kloter 12 KNO Perketat Bimbingan Ibadah Haji
dok.analisamedan.com
Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kloter 12 Embarkasi Kualanamu (KNO) intensif melakukan bimbingan kepada jemaah. Kloter ini terdiri dari 280 jemaah asal Kabupaten Batu Bara dan 79 jemaah asal Kota Medan, dengan bimbingan langsung oleh Pembimbing Ibadah Haji, Sofyan Siagian.

analisamedan.com -Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kloter 12 Embarkasi Kualanamu (KNO) intensif melakukan bimbingan kepada jemaah. Kloter ini terdiri dari 280 jemaah asal Kabupaten Batu Bara dan 79 jemaah asal Kota Medan, dengan bimbingan langsung oleh Pembimbing Ibadah Haji, Sofyan Siagian.

Dalam setiap kesempatan, Sofyan menegaskan pentingnya pemahaman tahapan manasik, terutama menjelang keberangkatan ke Arafah pada 8 Zulhijjah mendatang. Ia mengingatkan jemaah agar mempersiapkan diri mulai dari melaksanakan sunnah ihram seperti memotong kuku, mencukur rambut, mandi sunnah ihram, menggunakan wewangian (hanya di badan, bukan di kain ihram), hingga berpakaian dan berniat ihram sesuai ketentuan.

"Untuk menghindari kepadatan di hotel, jemaah diimbau tetap berada di kamar masing-masing dan menunggu panggilan bus sesuai jadwal. Keberangkatan akan dibagi dalam tiga gelombang," jelas Sofyan.

Ia juga menyoroti pentingnya persiapan logistik pribadi selama prosesi Armuzna yang berlangsung sekitar enam hari. Di antaranya termasuk pakaian, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, doa harian dan khusus, serta menjaga komunikasi dan kebersamaan dalam kelompok.

"Bagi yang mengikuti skema murur, pendamping diminta menyiapkan segala kebutuhan dengan optimal untuk kelancaran ibadah," ujarnya.

Sofyan menekankan agar jemaah hanya membawa tas Armuzna resmi dan tidak membawa koper, sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi. Ia juga mengingatkan agar tidak keluar dari tenda tanpa keperluan penting, mengingat bentuk dan warna tenda di Arafah seragam dan berisiko membuat jemaah tersesat.

"Jika perlu keluar, cukup ke toilet. Jangan lupa membawa Kartu Nusuk dan ID Card resmi. Jangan sampai tertinggal," tegasnya.

Selain teknis perjalanan, Sofyan mengajak jemaah memaknai waktu wukuf dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, wukuf adalah inti ibadah haji dan kesempatan langka yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup bagi banyak jemaah Indonesia.

"Ikuti ketentuan dan amalan sesuai arahan Kementerian Agama dan syarikah. Semoga seluruh jemaah Indonesia yang tahun ini menjadi yang terbanyak di dunia, mendapat haji yang mabrur dan mabruroh," tutupnya dengan doa.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru