Ketua Kloter 09 KNO Sosialisasikan Skema Armuzna
"Penerapan skema ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan dan meminimalkan risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat kondisi tenda di Mina yang terlalu sesak," ujarnya.
Ketua Kloter 09 KNO menyampaikan, meski demikian, kewajiban untuk bermalam di Mina tetap dipenuhi oleh jemaah. Mereka akan kembali ke Mina pada malam hari, menginap hingga melewati tengah malam (mu'dzamul lail), lalu melaksanakan lontar jumrah sebelum kembali ke hotel.
Proses ini dilakukan secara berulang selama hari-hari tasyrik. Skema tanazul ini akan diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Artinya, skema ini bersifat opsional dan tidak diwajibkan bagi seluruh peserta ibadah haji. Skema Murur, yang telah kosukses dijalankan pada musim haji 1445 H/2024 M, akan kembali diberlakukan.
Jelang Armuzna, Kloter 12 KNO Perketat Bimbingan Ibadah Haji