Rumah Hakim Terbakar, Ethics of Care: Ujian Rapuhnya Perlindungan bagi Penegak Hukum
Farid menilai sistem perlindungan terhadap hakim di Indonesia masih rapuh. Selama ini, perhatian lebih banyak diarahkan pada pembenahan etik dan disiplin, sementara aspek keselamatan personal sering terabaikan. Padahal, ancaman terhadap hakim tidak selalu berupa suap atau gratifikasi, tetapi juga bisa berupa intimidasi, teror, bahkan kekerasan fisik.
Dalam konteks ini, Farid menegaskan Komisi Yudisial harus memainkan peran strategis yang lebih proaktif. "KY seharusnya menjadi buffer institution, lembaga penyangga antara hakim dan potensi tekanan eksternal. Tidak hanya bergerak setelah pelanggaran etik, tetapi juga membangun sistem deteksi dini terhadap ancaman," paparnya.
Ia mendorong agar KY berkoordinasi dengan Mahkamah Agung, Polri, dan lembaga keamanan untuk merumuskan protokol perlindungan yudisial. Bentuknya bisa berupa mekanisme pengamanan residensial bagi hakim yang menangani kasus berisiko tinggi, sistem pelaporan ancaman cepat, hingga bantuan hukum dan psikologis bagi keluarga hakim.
Pegadaian Kanwil I Medan Perkuat Budaya Antikorupsi, 67 Karyawan Ikuti Penyuluhan PAKSI
Pegadaian Medan Perkuat Budaya Antikorupsi Lewat Penyuluhan Integritas
UTND Medan Gelar Penyuluhan Antikorupsi, Donald Estefanussia Kiroh Tekankan Pentingnya Kepatuhan dan Integritas
Pegadaian Kanwil I Medan Dukung Edukasi Antikorupsi bagi Mahasiswa Baru UISU
Ratusan Mahasiswa Cipayung Plus Sumut Gelar Aksi, Desak Pencopotan Kapolda dan Evaluasi Kebijakan Pemerintah